detikNews
2019/07/24 08:32:19 WIB

Yang Perlu Diketahui Soal Penghayat: Bukan Penyembah Hantu-Asli Indonesia

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 3
Yang Perlu Diketahui Soal Penghayat: Bukan Penyembah Hantu-Asli Indonesia Penghayat Kepercayaan Bonokeling di Banyumas (arbi/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengeluarkan aturan pencatatan pernikahan bagi Penghayat Kepercayaan. Sebelumnya, hak asasi mereka berkeyakinan sempat terlunta-lunta. Lalu, apa sebetulnya Penghayat itu?

Pengakuan negara itu seiring Presiden Jokowi mengeluarkan PP Nomor 40 Tahun 2019 tentang Pelaksana UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Sebagaimana Telah Diubah dengan UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui soal Penghayat, sebagaimana dirangkum detikcom, Rabu (24/7/2019):

1. Bukan Penyembah Hantu

Penghayat Kepercayaan menggugat UU Adminduk ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2017 lalu. Dalam persidangan, hadir saksi dari penyintas Ugamo Bangsa Batak, Rosni Simarmata. Perempuan kelahiran 15 Mei 1976 itu tak kuasa menahan keharuannya bisa mencurahkan seluruh perasannya kepada 9 penjaga konstitusi.

"Saya ingin menceritakan penderitaan kami di Ugamo Bangsa Batak kepada Yang Mulia hakim. Mungkin Yang Mulia hakim belum tahu apa itu kepercayaan kami," kata Rosni.

"Image daripada kepercayaan itu sangat-sangat buruk, mereka menganggap kepercayaan itu adalah Sipelebegu, Yang Mulia, yang artinya menyembah hantu. Padahal kepercayaan itu, Yang Mulia, bukan Sipelebegu, hanya kepercayaan itu mempercayai semua warisan leluhur," sambung Rosni.

Rosni mencontohkan, keyakinannya menghargai orang tua dengan cara memberi persembahan kepada leluhur. Dengan harapan, orang tua nenek moyang mereka menyampaikan kepada Tuhan permohonan yang dimintanya.

"Itulah cara kami meminta kepada Tuhan. Jadi, kami tidak menyembah hantu seperti image yang dikenakan kepada kepercayaan," tutur Rosni.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com