detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 07:59 WIB

Siap Dipanggil Polisi, Lisa Marlina Jelaskan Cuitan soal Pelecehan Seksual

Aditya Mardiastuti - detikNews
Siap Dipanggil Polisi, Lisa Marlina Jelaskan Cuitan soal Pelecehan Seksual Ni Luh Djelantik mengadukan Lisa Marlina ke Polda Bali. (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Cuitan Lisa Marlina (46) soal pelecehan seksual di Bali berujung pada pengaduan polisi. Lisa siap dipanggil polisi untuk memberikan klarifikasi terkait cuitannya yang dinilai menghina perempuan Bali.

"Saya pokoknya siap dipanggil, siap memberi klarifikasi. Bismillah, mudah-mudahan saya tidak seperti yang dituduhkan karena tidak ada niat saya menghina masyarakat Bali," kata Lisa Marlina saat dihubungi via telepon, Rabu (24/7/2019).


Lisa mengatakan cuitannya itu merupakan respons atas cuitan akun lainnya. Dia mengaku salah karena terprovokasi. "Saya juga justru kesel sm Mbak Rexy marah-marah sama orang lain, marah-marah sama orang Bali, kan nggak nyambung. Saya kan keselnya sama yang bersangkutan karena kok saya selewat-selewat tweet-nya dia kok terus-terus provokasi bukan satu-dua dan betul-betul vulgar," urai Lisa.

Dia mengatakan cuitannya merupakan respons kepada pemilik akun Twitter yang dinilainya menyinggung keyakinannya. Dia menyebut Bali karena menduga pemilik tweet tersebut tinggal di Bali.

"Saya marah sama si Rexy kan nggak nyambung saya kesel sama orang yang nge-tweet, masak saya bawa-bawa yang nggak ada hubungannya. Banyak yang nanya kenapa nyambung ke Bali. Itu dia, saya teh kecepetan mikir, di tanah Jawa, di Bali kan karena kamu tinggal nih kamu dengan gaya kamu hidup seperti begitu nggak ada pelecehan karena mungkin kamu seneng, (cuitan saya) ke dia nggak ada ke masyarakat," tukasnya.

"Justru saya itu maksudnya ke dia (Rexy), ya kamu bilang nggak ada pelecehan karena kamunya seneng dilecehin. Nggak ada yang kayak kepikiran masyarakat Bali, saya merasa nggak ngomong sama masyarakat Bali tapi objeknya itu profesi, penyakit masyarakat," tukasnya.


Lisa juga keberatan dengan ulah netizen yang mengungkap masa lalunya. Dia mengakui memang pernah memiliki bisnis diskotek hingga hotel, namun itu semua dia tinggalkan ketika memutuskan hijrah.

"Pakai jilbab bukan disuruh (agama), ada hijrahnya, ada prosesnya saya ditegur sama Allah. Dulu Polo Room Diskotek punya saja, saya punya radio 99'ers, hotel saya juga nggak urus, memang diberi ibu mertua, tapi karena suami saya nggak mau urus hotel akhirnya ditutup sajalah," ucapnya.

"Saya maunya udah sih, memang sih kelar pilpres saya dulu di mana, namanya negara demokrasi. Kalau sudah selesai masa kita mau begini terus, negara kita mau membangun kapan," sambung pengusaha online itu.

Meski begitu, Lisa mengaku siap meminta maaf kepada masyarakat Bali. Apalagi dia sadar cuitannya sudah membuat heboh warga Bali.

"Bismillah aja nggak ada maksud ke situ. Kalau misalkan benar-benar bermaksud menghina masyarakat Bali, saya sudah nangis-nangis kali Mbak sekarang, karena hati dan otak saya nggak ada ke situ. Bukan nggak takut karena sombong tapi karena saya merasa tidak ke situ, tapi walaupun demikian saya kepengin tetap minta maaf ke masyarakat Bali," harapnya.

"Demi Allah saya tidak ada niat untuk masyarakat Bali sangat tidak nyambung dengan apa yang saya rasakan saat nge-tweet saya marah sama orang itu. Jadi saya minta maaf ke masyarakat Bali semoga bisa dimaafkan, sekarang sih saya pasrah aja yang sudah jadi takdir saya," tuturnya.

Dia mengaku optimistis saat memberikan klarifikasi ke polisi bisa dinyatakan tidak bersalah. Sebab, dia mengaku tak ada niat untuk menghina masyarakat Bali.

"Tapi saya optimis diperiksa di polisi, nanti kan masih saksi bicara saya, dengan niat saya dan yang saya tulis mereka tidak akan menemui yang dituduhkan orang-orang karena laku, hati, pikiran, ucapan itu sama. Saya tidak ada niat menghina masyarakat Bali karena saya marahnya sama si Rexy itu," ujarnya.

Cuitan Lisa Marlina yang disoal adalah 'Di Bali itu ga ada pelecehan sexual karena kl dilecehkan ya seneng2 aja, mau menyalurkan hasrat pun gampang karena pelacur dan pelacuran nya available setiap jengkal, modal sedikit dapat. Jadi ga akan ada yg dilaporin lah'. Caleg DPRD Bali dari Partai NasDem Ni Luh Djelantik menilai cuitan itu dinilai menghina perempuan Bali dan melaporkan Lisa Marlina ke polisi.

Pengaduan itu diterima dengan nomor registrasi Dumas/53/VII/2019/Ditreskrimsus. Terpisah, Dirkimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho mengatakan telah menerima pengaduan ini. Pihaknya segera memanggil saksi-saksi.

"Dari Dumas akan segera kita tindak lanjuti karena kan laporannya menyangkut tentang budaya Bali. Segera kita panggil saksi, kemudian yang bersangkutan lalu kepada ahli untuk sesegera mungkin kita tindak lanjuti. Insyaallah (mulai) pekan depan," kata Kus.
(ams/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com