detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 06:46 WIB

PDIP soal Kepastian Pertemuan Megawati-Prabowo: Tergantung Mood

Faiq Hidayat - detikNews
PDIP soal Kepastian Pertemuan Megawati-Prabowo: Tergantung Mood Politikus PDIP Arteria Dahlan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP Gerindra Habiburokhman menyanggah kabar pertemuan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto yang disebut akan digelar hari ini. Bagaimana tanggapan PDIP?

"Iya pokoknya dalam waktu dekat, bisa besok (hari ini), tergantung mood, karena mereka sahabat baik kok, kapan saja bisa. Tidak sesuatu yang harus diformalkan," kata Politikus PDIP Arteria Dahlan kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Arteria sendiri tidak bisa memastikan kalau Megawati dan Prabowo akan bertemu hari ini. Namun, menurutnya, keduanya memang sudah lama merencanakan pertemuan.

"Pertemuan itu hanya masalah, pertama dari awal pengin antara bu Mega dan Pak Prabowo sahabat, saling melakukan penghormatan lah, itu yang pertama. Kedua, agendanya ingin ketemu sudah lama banget. Tapi kan, ya susah juga terealisasi. Akhirnya dicari waktunya, materinya apa? Silaturahmi biasa," ucap dia.


Anggota Komisi III DPR RI itu menyebutkan Megawati tidak akan bicara soal kekuasaan jika bertemu dengan Prabowo. Pertemuan keduanya, menurut Arteria, akan membahas mengenai eksistensi NKRI.

"Apalagi Bu Mega tidak pernah ngomong kekuasaan. Pasti (yang dibicarakan) terkait eksistensi NKRI, bagaimana merajut kebersamaan kerangka kebinekaan, bagaimana Pancasila menjadi rumah semua. Posisi itu Bu Mega dan Pak Prabowo nyaman," jelasnya.

Lebih lanjut, Arteria juga meyakini Megawati dan Prabowo tidak akan membahas kursi menteri pemerintah Joko Widodo (Jokowi) periode kedua sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam pertemuan itu.

"Saya sih tidak yakin sama Bu Mega bicara bagi-bagi kekuasaan, bukan tipe Bu Mega seperti itu dan bukan tipe Pak Prabowo. Jadi kita sama-sama melakukan penghormatan. Kalau ketemu besok (hari ini), jadi dialektika kebangsaan untuk kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara bukan kelompok," papar Arteria.

"Jadi jauhkanlah rekonsiliasi, bagi-bagi kursi di kabinet. Gerindra Ketua MPR, jauh itu, tidak perlu dikhawatirkan. Makanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semua berjalan baik-baik saja, semua memberikan penguatan yang diuntungkan rakyat," imbuhnya.


Arteria menilai pertemuan dua ketum parpol itu juga bisa menurunkan tensi politik pasca-Pemilu 2019. Dia menganggap pertemuan tersebut sebagai lanjutan dari pertemuan Prabowo dengan Jokowi di Stasiun MRT beberapa waktu lalu.

"Pasti menurunkan tensi politik. Ini namanya pertemuan dua tokoh besar dengan pengikutnya juga jumlah besar. Dengan pertemuan ini, sebenarnya pertemuan lanjutan di MRT. Pertemuan lanjutan ini, message (pesan) disampaikan, 'ya sudah selesai Pak Jokowi presiden, kita semua satu padu di bawah kepemimpinan beliau untuk membangun Indonesia lebih baik lagi'. Pesan moral seperti itu,"

"Ini agar apa? Agar tidak ada pihak-pihak yang bermain yang ingin menghadirkan polemik baru antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, perkara ini ada ending bagi-bagi kursi masih prematur, jauh sekali ini pertemuan pendahuluan," ucap dia.

Informasi mengenai pertemuan Megawati dan Prabowo sebelumnya disampaikan Waketum Gerindra Arief Poyuono. Namun informasi tersebut justru dibantah oleh Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman.

"Pernyataan Arief Poyu soal pertemuan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi dan Ibu Mega besok perlu diluruskan," kata Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (23/7).

"Sejauh ini saya belum mendengar adanya agenda Pak Prabowo bertemu Pak Jokowi besok," imbuh dia.



Ada Gagasan Pertemuan Jokowi-Prabowo-Mega, Apa Kata PDIP? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(fai/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com