detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 05:05 WIB

Pakaian Perempuan Tak Picu Pelecehan, MUI: Laki-laki Harus Peduli

Danu Damarjati - detikNews
Pakaian Perempuan Tak Picu Pelecehan, MUI: Laki-laki Harus Peduli Ilustrasi Pemerkosaan (Foto: Dok. detikcom)
Jakarta - Survei menyebutkan korban pelecehan seksual meliputi perempuan berbaju terbuka hingga tertutup, termasuk 17 persen perempuan yang berhijab. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menekankan pentingnya peran kaum laki-laki untuk peduli terhadap masalah ini.

"Kita hargai itu sebagai survei yang menggambarkan secara netral. Rupanya, pelaku tidak peduli pakaian apa yang dikenakan korban," kata Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).


Survei nasional terkait pelecehan di ruang publik dilakukan oleh Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA). Dalam survei tersebut, terdapat komponen mengenai pakaian yang dikenakan perempuan saat mengalami pelecehan seksual. Dari keseluruhan responden yang mengalami pelecehan seksual, 17,47 persen mengenakan rok panjang dan celana panjang, di peringkat bawahnya ada perempuan berbaju lengan panjang (15,82 persen), baju seragam sekolah (14,23 persen), serta pakaian lainnya hingga 19 jenis. Perempuan berhijab pendek/sedang (13,20 persen), berhijab panjang (3,68 persen), serta berhijab dan bercadar (0,17 persen) juga kena pelecehan. Bila dijumlahkan, sekitar 17 persen mengenakan hijab.

Pakaian Perempuan Tak Picu Pelecehan, MUI: Laki-laki Harus PeduliKetua MUI Masduki Baidlowi (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

"Faktor pelaku sangat dominan. Masyarakat jangan permisif dan menganggap enteng," kata Masduki.


Semua pihak yang berada di ruang publik bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi bebas pelecehan seksual. Menurut survei itu, perempuan cenderung lebih besar berpotensi dilecehkan di tempat umum. Tiga dari lima perempuan pernah mengalaminya, dan satu dari lima laki-laki pernah mengalaminya. Maka kaum laki-laki dituntut MUI supaya bisa lebih menjaga kondisi.

"Semua harus menjaga dan peduli. Terutama pada laki-laki, karena kebanyakan pelakunya laki-laki," kata Masduki.

Dia mencontohkan, di gerbong kereta api yang padat, terjadi percampuran antara laki-laki dan perempuan. Semuanya harus peduli bila ada gelagat yang menunjukkan pelecehan seksual bakal terjadi.


Soal penggunaan hijab atau pakaian yang sesuai dengan syariat Islam, Masduki menjelaskan itu adalah ajaran agama. Seseorang yang taat beragama juga bakal menghindari potensi terjadinya pelecehan seksual.

"Orang berpakaian menutup aurat atau tidak, itu tidak ada hubungannya dengan dia ingin dilecehkan atau tidak ingin dilecehkan. Bahwa kemudian ketika sudah berpakaian sesuai syariat, itu bukan otomatis terhindar dari pelecehan seksual, karena menurut survei memang pelaku tidak pandang bulu," kata Masduki.



Tonton juga video Emak-emak Serbu Polda Jatim, Dukung Korban Pelecehan Seksual:

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com