detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 04:00 WIB

Soal Kasus 'Ikan Asin', Ini Pesan Menteri Pemberdayaan Perempuan

Ibnu Munsir - detikNews
Soal Kasus Ikan Asin, Ini Pesan Menteri Pemberdayaan Perempuan Menteri PPPA Yohana Yambise (Muhajir Arifin/detikcom)
Makassar - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise berbicara perihal kasus 'ikan asin' yang menjerat pasangan Rey Utami dan Pablo Benua. Yohana mengingatkan masyarakat agar selalu menggunakan bahasa-bahasa yang positif.

"Kita konsisten bagaimana melindungi anak kita, perempuan kita di negara, dengan bahasa positif dan bukan hal negatif, dan dibutuhkan kesadaran dari masyarakat Indonesia," kata Menteri Yohana di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/7/2019).


Yohana menyebut istilah 'ikan asin' menjadi masalah karena ada maksud tertentu dari yang mengucapkan. Dia meminta masyarakat berhati-hati dalam berucap.

"Saya pikir ini masalah terminologi yang dipakai. Ini adalah modus yang muncul, dan kita harus hati-hati. Media-media harus selektif melihat informasi yang masuk ataupun kata-kata terminologi yang muncul, supaya jangan itu jadi masalah," jelasnya.


Pasangan Rey Utami-Pablo Benua dan aktor Galih Ginanjar ditetapkan sebagai tersangka karena ucapan 'ikan asin'. Kasus ini mencuat setelah Fairuz A Rafiq melaporkan ketiganya ke Polda Metro Jaya.

Fairuz merasa nama baiknya tercemarkan setelah muncul vlog wawancara Galih Ginanjar dengan Rey Utami di channel YouTube 'Rey Utami & Benua'. Dalam wawancara itu, Galih membicarakan hubungan masa lalunya dengan mantan istrinya yang tak lain adalah Fairuz.


Simak Video "Galih Ginanjar Ciptakan Sebuah Lagu dari Balik Jeruji"

[Gambas:Video 20detik]


(zak/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com