detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 19:59 WIB

Bukalapak Tepis Isu Gandeng Lembaga Donasi Terafiliasi Gerakan Radikal

Indah Mutiara Kami - detikNews
Bukalapak Tepis Isu Gandeng Lembaga Donasi Terafiliasi Gerakan Radikal Bukalapak (Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta - Bukalapak menepis isu pihaknya bekerja sama dengan lembaga donasi yang terafiliasi dengan gerakan radikal. Isu itu dianggap menyesatkan.

Isu itu berawal dari tulisan netizen di Facebook yang mengungkap bahwa Bukalapak memberi opsi donasi melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT). ACT kemudian dituding terafiliasi dengan ISIS. Isu ini lalu menyebar lewat WhatsApp dan Twitter juga.

ACT sudah tegas menepis isu terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal. Bantahan yang sama disampaikan oleh Bukalapak.

"Kami menyesalkan adanya informasi tidak akurat di media sosial yang mengatakan bahwa Bukalapak bekerja sama dengan lembaga penyalur donasi yang terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal. Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat," demikian bunyi pernyataan tertulis Bukalapak di situsnya, Selasa (23/7/2019).



Bukan hanya ACT, Bukalapak selama ini bekerja sama dengan BAZNAS, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Rumah Yatim, dan Kitabisa untuk menyalurkan donasi dari pengguna aplikasi. Semuanya adalah lembaga kemanusiaan yang tesertifikasi pemerintah.

"Bukalapak mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan hoax yang beredar di berbagai jejaring media sosial dan WhatsApp group ini," ungkap Bukalapak.

Sebelumnya, ACT menepis anggapan bahwa lembaga ini berafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia. Menurut Vice President ACT Ibnu Khajar, pihaknya akan terus berkarya dan mengajak semua masyarakat untuk menebar kepedulian.

"Kami menyesalkan adanya informasi tidak akurat beredar di publik yang memfitnah lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia. Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat. Prinsip dasarnya adalah kita berbuat kebaikan dengan apa yang ada. ACT mengajak masyarakat untuk peduli, tetap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan sampai fitnah itu tidak terbukti," ucap Ibnu dalam keterangan tertulis pada Selasa (23/7/2019).



Ibnu juga mengklarifikasi bahwa isu yang beredar tentang lembaganya berafiliasi dengan gerakan radikal adalah tidak akurat. Ia juga mengajak para mitra ACT untuk tetap menebar kepedulian kepada masyarakat karena akan selalu ada pihak yang tidak suka dengan kebaikan yang dilakukan lembaganya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan berita hoax yang disebarkan melalui jejaring media sosial dan WhatsApp group ini. Kita paham bahwa setiap kebaikan selalu ada pihak yang tidak menyukai karena beberapa alasan. Cara yang mereka yang lakukan adalah menebarkan fitnah. Cara memenangkannya adalah berkarya. Kami berharap kepada semua mitra untuk terus mengajak semua masyarakat untuk menebar kepedulian," tambah Ibnu.



Simak Juga 'Bukalapak Segera Ekspansi Pasar Timur Tengah':

[Gambas:Video 20detik]


(imk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com