detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 19:40 WIB

Isu Parpol Cari Duit dari APBD DKI, Golkar ke Rian Ernest: Belajar yang Rajin

Arief Ikhsanudin - detikNews
Isu Parpol Cari Duit dari APBD DKI, Golkar ke Rian Ernest: Belajar yang Rajin Gedung DPRD DKI Jakarta (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta emoh menanggapi pernyataan politikus PSI Rian Ernest soal rumor parpol tingkat nasional menjadikan APBD DKI sebagai 'lahan' mencari duit. Golkar meminta Rian belajar yang rajin.

"Saya tidak mau menanggapi, namanya juga anak baru kan, belum mengerti, suruh belajar dulu yang rajin. Suruh belajar dulu sama Ashraf Ali yang rajin," ucap Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali saat dihubungi, Selasa (23/7/2019).



Ashraf menyebut DPRD adalah lembaga negara yang perlu dihormati. Setiap tuduhan, menurut Ashraf, harus disertai dengan bukti yang kuat.

"Ini kan lembaga negara yang harus dihormati, jangan terus dibuat praduga-praduga. Nggak ada fakta, nggak ada bukti, tuduhan," ucap Ashraf.

Ashraf merasa telah menjalankan tugasnya sesuai aturan. Bagi dia, tujuan menjadi anggota DPRD bukan untuk mencari uang.

"Jadi jangan praduga saja seenaknya. Dia di sini nggak ngerti apa-apa, kita sesuai aturan ketentuan. Kita kan pengabdian, bukan cari uang. Kita dapat uang sesuai dengan ketentuan," ucapnya.



Sebelumnya, Rian menyebut ada rumor tentang APBD DKI menjadi lahan cari duit dari parpol di tingkat nasional. Rian menyampaikan itu saat menjadi pembicara dalam diskusi 'Upaya Mempertahankan Independensi KPK' di gedung penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (23/7).

"Kita ada delapan orang DPRD DKI, ini pun kita pepet terus, kita kawal terus. Karena memang rumor-rumornya, rumor-rumornya, partai politik nasional ini nyari duitnya dari APBD DKI. Ini dugaan, aduh... entar gua dilaporin lagi," ujarnya.

Alasannya, kata Rian, APBN lebih sulit dijadikan lahan karena diawasi secara ketat. Namun pengawasan APBD DKI dengan jumlah sekitar Rp 70 triliun tidak seketat pengawasan APBN.

"Di DKI itu dengan anggaran Rp 70 triliun tiap tahun, media juga nggak segitunya nyorot, potensi nyolongnya gede banget dan kita tahulah DPRD DKI seperti apa gitu. Jadi saya sebenarnya berharap teman-teman KPK, yuk sebenarnya nggak usah jauh-jauh OTT ke daerah, bagus sih untuk pemerataan pemberantasan korupsi. Nggak usah jauh-jauh, ke Kebon Sirih saja cari. Kulik-kulik dapat kok, ini kata salah seorang penyidik, tapi bukan di sini, ini penyidik dari Trunojoyo bilang, 'Yaelah DKI tinggal merem comot juga dapat.' Ini dulu tapi, beberapa tahun lalu, sekarang saya yakin lebih baiklah," pungkasnya.



Simak Juga 'Rian Ernest PSI Bicara Rumor Parpol Cari Duit dari APBD DKI':

[Gambas:Video 20detik]


(aik/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com