detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 18:37 WIB

Polisi Tegaskan Status Tersangka Kivlan Zen Sah

Yulida Medistiara - detikNews
Polisi Tegaskan Status Tersangka Kivlan Zen Sah DOK.detikcom/Kivlan Zen/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Polisi meminta hakim tunggal praperadilan menyatakan penetapan tersangka Kivlan Zen sah. Polisi menyebut penyidikan kasus kasus kepemilikan senjata api illegal sudah sesuai prosedur.

"Menyatakan sah demi hukum penetapan tersangka Kivlan Zen berdasarkan laporan polisi nomor : LP/439/V/2019/PKJ/Distrekrimum tanggal 21 Mei 2019," kata Biro Hukum Polda Metro Jaya dalam berkas jawaban tertulis, Selasa (23/7/2019).

Polisi mengatakan penetapan tersangka dan penangkapan yang dilakukan terhadap Kivlan sudah sesuai prosedur karena didasari bukti permulaan yang cukup dan keterangan saksi yang saling bersesuaian. Polisi juga mengaku sudah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan sudah disampaikan ke jaksa maupun pihak Kivlan.





"Bahwa termohon sudah memberikan SPDP kepada penuntut umum, pelapor maupun terlapor yang telah diakui oleh pemohon pada halaman 13 dalam gugatan permohonan praperadilan," ujar biro hukum Polda Metro.

Polisi mengaku sudah menerbitkan surat perintah penyitaan, surat tanda penerimaan, berita acara penyitaan, laporan guna memperoleh persetujuan penyitaan kepada pengadilan negeri dan penetapan penyitaan dari pengadilan negeri.

"Berdasarkan uraian yang dikemukakan termohon, termohon berkesimpulan bahwa penangkapan, penyitaan, penahanan, dan penetapan tersangka yang dilakukan oleh termohon terhadap laporan polisi LP/439/V/2019/PMJ/Distrekrimum tanggal 21 Mei 2019 adalah sah secara hukum dan semua dalil-dalil yang dijadikan alasan pemohon untuk mengajukan praperadilan adalah tidak benar dan keliru," ujarnya.

Dalam petitumnya, polisi meminta hakim menolak permohonan pemohon. Serta meminta hakim menolak melepaskan Kivlan dari tahanan.

"Menolak melepaskan pemohon praperadilan dari penahanan oleh termohon praperadilan berdasarkan laporan polisi nomor LP/439/V/2019/PMJ/Distrekrimum tanggal 21 Mei 2019," ujar biro hukum Polda Metro.





Sebelumnya, Kivlan Zen mengajukan permohonan praperadilan melawan Polda Metro Jaya dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal. Kivlan meminta hakim praperadilan menyatakan status tersangkanya tidak sah karena tidak sesuai prosedur.

"Dimohonkan kepada yang Mulia Hakim Tunggal untuk melepaskan pemohon praperadilan dari penetapan tersangka dan atau penahanan akibat telah terjadi pelanggaran oleh termohon praperadilan berdasarkan fakta hukum dan pendapat pemohon praperadilan tersebut," ujar pengacara Kivlan, Tonin Tachta, Senin (22/7).



Simak Juga 'Kurang Koordinasi, Tim Hukum Kivlan Zen Ditegur Hakim':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com