detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 16:34 WIB

Tepis Dugaan Gerakan Radikal, ACT Ajak Tetap Tebar Kepedulian

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Tepis Dugaan Gerakan Radikal, ACT Ajak Tetap Tebar Kepedulian Foto: ACT
Jakarta - Aksi Cepat Tanggap (ACT) menepis anggapan bahwa lembaga ini berafiliasi dengan geraka radikal dan ilegal di Indonesia. Menurut Vice President ACT, Ibnu Khajar, pihaknya akan terus berkarya dan mengajak semua masyarakat untuk menebar kepedulian.

"Kami menyesalkan adanya informasi tidak akurat beredar di publik yang memfitnah lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia. Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat. Prinsip dasarnya adalah kita berbuat kebaikan dengan apa yang ada. ACT mengajak masyarakat untuk peduli tetap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan sampai fitnah itu tidak terbukti," ucap Ibnu dalam keterangan tertulis pada Selasa (23/7/2019).


Ibnu juga mengatakan bahwa ACT adalah lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang didapat dari berbagai mitra dan tersertifikasi oleh pemerintah.

Menurutnya, ACT menyalurkan bantuan ke tempat-tempat yang membutuhkan dukungan kemanusiaan seperti Lombok, Palu, Mentawai, Selat Sunda, Sentani, dan berbagai lokasi lainnya. Adapun Bentuk bantuan program bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah, misalnya untuk Pendidikan Tepian Negeri dalam bentuk program pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di pulau-pulau terpencil.


Bantuan ini berupa sarana sekolah seperti pembangunan ruang kelas, perlengkapan belajar kelas/moubeler, perlengkapan belajar siswa, seragam sekolah hingga beasiswa. dan bantuan operasional guru.

Ibnu juga mengklarifikasi bahwa isu yang beredar tentang lembaganya berafiliasi dengan gerakan radikal adalah tidak akurat. Ia juga mengajak para mitra ACT untuk tetap menebar kepedulian kepada masyarakat karena akan selalu ada pihak yang tidak suka dengan kebaikan yang dilakukan lembaganya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan berita hoax yang disebarkan melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group ini. Kita paham bahwa setiap kebaikan selalu ada pihak yang tidak menyukai karena beberapa alasan. Cara yang mereka yang lakukan adalah menebarkan fitnah. Cara memenangkannya adalah berkarya. Kami berharap kepada semua mitra untuk terus mengajak semua masyarakat untuk menebar kepedulian," tambah Ibnu.

Lanjut Ibnu, pihaknya juga berkolaborasi dengan lebih dari 400 mitra dari perusahaan, organisasi, komunitas, dan media, mulai dari Bukalapak, Bank BRI, Bank Indonesia, Pertamina, Astra, Garuda Indonesia, Tokopedia, Indofood, HERO, Kompas, Antara, Detik, Metro TV, TVOne, DAAITV, dan lain lain.

"Bersama mitra-mitra kami, ACT akan terus berjalan membantu saudara yang kesusahan di pelosok Indonesia hingga penjuru dunia atas nama kemanusiaan," pungkas Ibnu.
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +