detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 15:16 WIB

Masuk Bursa Ketua MPR-Menteri dari Golkar, Ini Kata Zainudin Amali

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Masuk Bursa Ketua MPR-Menteri dari Golkar, Ini Kata Zainudin Amali Zainudin Amali (Azizah/detikcom)
Jakarta - Nama Ketua DPD I Golkar Jawa Timur Zainudin Amali masuk bursa Ketua MPR dari Partai Golkar. Amali menegaskan, sebagai kader partai, ia siap ditugaskan di mana pun.

"Ya harus kita lakukan tugas pengabdian itu, di mana pun. Dan saya kira ya saya di DPR sudah periode yang ke-4, artinya anggota DPR itu adalah anggota MPR kan. Saya kira tidak begitu sulit lagi untuk melakukan tugas itu. Tapi sekali lagi, itu adalah kewenangan dari pimpinan partai ditugaskan di mana, nggak ditugaskan pun oke," kata Amali.



Hal tersebut disampaikan Amali seusai sidang promosi doktornya di kampus IPDN, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019). Menurut Amali, meski namanya masuk bursa Ketua MPR dan diusulkan menjadi menteri, belum ada komunikasi ataupun penugasan dari Partai Golkar.

"Tidak ada (komunikasi dari partai). Jadi gini, saya kerja saja di partai ini, dan saya meyakini bahwa apa pun yang kita kerjakan di partai itu bisa membuat partai menjadi lebih baik," ujar Amali.

"Jadi prinsipnya, saya kerja saja dan soal nanti penilaian seperti apa ya itu urusan yang menilai pimpinan-pimpinan partai. Sebagai kader partai saya laksanakan kewajiban saya," lanjut dia.



Sebelumnya, nama Zainudin Amali masuk bursa Ketua MPR dari Partai Golkar. Selain Amali, ada nama Kahar Muzakir, Aziz Syamsudin, Agun Gunanjar Sudarsa, Muhidin Mohamad Said, dan Bambang Soesatyo.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono juga mendorong Amali, yang saat ini menjabat Ketua Komisi II DPR RI, bisa berkontribusi di kabinet.

"Oh ya memang (Amali) salah satu yang didorong oleh partai untuk di kabinet. Namun semuanya terserah pada Bapak Presiden," kata Agung di kampus IPDN, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (23/7).

"Saya lebih berpikir apa yang saya lakukan hari ini adalah tuntutan kebutuhan saya tingkatkan kapasitas sebagai anggota DPR. Maka saya perlu ada ilmu tambahan lagi," imbuhnya.

Raih Gelar Doktor

Setelah melalui sidang, Amali meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan. Menurut Amali, ilmu pemerintahan perlu dipelajari di sektor mana pun, termasuk anggota DPR.

Disertasi Amali berjudul 'Analisis Rekonstruksi Penyelenggaraan Otonomi Daerah di Provinsi Sulawesi Selatan'. Amali menemukan sebuah model TARSIL (Trust, Authority, Responsible, Supervision, Integration, dan Local Wisdom) yang menitikberatkan pada penguatan hubungan vertikal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Ya alhamdulillah, dan ya, saya senang bahwa temuan model yang saya hasilkan dari penelitian diapresiasi dengan baik oleh para penguji dan mudah-mudahan menjadi sumbangsih untuk penyelenggaraan otonomi daerah ke depan yang lebih baik," tuturnya.



Saat ditanya apakah dengan gelar yang didapat sekarang dirinya akan berkontribusi masuk kabinet, Amali menampiknya. Menurutnya, raihan gelar doktor ini adalah untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai anggota DPR.

"Saya lebih berpikir apa yang saya lakukan hari ini adalah tuntutan kebutuhan saya tingkatkan kapasitas sebagai anggota DPR. Maka saya perlu ada ilmu tambahan lagi," imbuhnya.


Demokrat Ikut Berebut Kursi Ketua MPR:

[Gambas:Video 20detik]




(azr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com