detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 14:05 WIB

Rumah Gubernur Kepri Turut Digeledah, KPK Minta Kooperatif

Haris Fadhil - detikNews
Rumah Gubernur Kepri Turut Digeledah, KPK Minta Kooperatif Kediaman Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun yang digeledah KPK (Foto: Antara Foto-Daud)
Jakarta - Tim penyidik KPK menggelar penggeledahan di sejumlah lokasi berkaitan dengan kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nonaktif Nurdin Basirun. Salah satu lokasi yang diincar yaitu rumah Nurdin yang berada di Kabupaten Karimun.

"KPK melakukan penggeledahan di 5 lokasi di 3 kota atau kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).




Selain rumah Nurdin, ada 4 lokasi lain yang digeledah KPK yaitu rumah seorang pihak swasta bernama Kock Meng di Kota Batam, rumah pejabat protokol Gubernur Kepri yang juga berada di Kota Batam, kantor Dinas Perhubungan Pemprov Kepri serta rumah pribadi Kepala Bidang Perikanan Tangkap Pemprov Kepri Budi Hartono. Lokasi kantor Dinas Perhubungan Pemprov Kepri dan rumah pribadi Budi tersebut berada di Kota Tanjungpinang.

"Dari sejumlah lokasi tersebut KPK mengamankan dokumen-dokumen terkait perizinan," sebut Febri.

Sampai saat ini pukul 13.59 WIB, Febri menyebut penggeledahan masih berlangsung. Dia juga menyampaikan agar siapa pun tidak menghalangi upaya hukum yang sedang dilakukan tim KPK.

"Kami harap pihak-pihak di lokasi dapat bersikap koperatif agar proses hukum ini berjalan dengan baik. Perkembangan kondisi di lokasi akan kami sampaikan lagi," sebut Febri.

Sementara itu dilansir dari Antara, lokasi rumah pejabat protokol Gubernur Kepri itu digeledah sejak pagi tadi sekitar pukul 10.30 WIB. Informasi itu disampaikan ketua pengamanan kompleks perumahan setempat bernama Zoro Nasution.

"Tim KPK datang sekitar pukul 10.30 WIB dan selesai pukul 12.00 WIB," kata Zoro sebagaimana dilansir Antara.

Zoro menyampaikan pemilik rumah berinisial J alias Yon. Di sisi lain Ketua RT setempat, Agus Wibowo, menyampaikan Yon berada di lokasi pada saat peristiwa penggeledahan itu.




"Tidak ada barang yang diamankan KPK," kata Agus.

Dalam kasus ini Nurdin diduga menerima suap dari seorang bernama Abu Bakar. Suap diberikan oleh Abu Bakar yang disebut sebagai swasta untuk mendapatkan perizinan terkait reklamasi di Kepri. KPK menduga Nurdin dibantu 2 anak buahnya bernama Edy Sofyan dan Budi Hartono dalam menjalankan aksinya.

Edy Sofyan diketahui sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Kepri, sedangkan Budi Hartono sebagai Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri. Empat orang itu sudah berstatus tersangka.


(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com