Balita Tanpa Anus Korban Gempa M 7,2 Bacan Dibawa Berobat ke Jakarta

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 23 Jul 2019 12:19 WIB
Balita tanpa anus, M Arief, dievakuasi dari Desa Papaceda. (Dok Istimewa)
Balita tanpa anus, M Arief, dievakuasi dari Desa Papaceda. (Dok Istimewa)
Jakarta - Desa Papaceda menjadi lokasi terdampak gempa M 7,2 yang berpusat di Pulau Bacan, Minggu (14/7) lalu. Di desa itu, ada seorang anak balita yang lahir tanpa anus. Nama balita itu adalah M Arief.

Berdasarkan keterangan dari LO Kabupaten Halmahera Selatan, Kol Inf Ayub Akbar, anak balita bernama Arief itu dievakuasi dari Desa Papaceda, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, ke Labuha, ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan, yang terletak di Pulau Bacan, Senin (22/7) kemarin.



"Pukul 14.50 WIB, dievakuasi dari Desa Papaceda satu orang balita laki-laki atas nama M Arief, umur 1 tahun 3 bulan yang sejak lahir tidak mempunyai anus dengan menggunakan helikopter ke Labuha," kata Ayub Akbar.

M Arief kemudian diberangkatkan ke Jakarta untuk diobati. Dia berangkat bersama orang tua dan satu perawat. Saat ini mereka tengah berada di Rumah Sakit Tentara (RST) Ternate dan menunggu penerbangan sore menuju Jakarta.



Sementara itu, kondisi di Halmahera Selatan sudah berangsur kondusif. Tak ada gempa susulan yang terjadi. Kegiatan untuk korban bencana berupa pendistribusian logistik menggunakan 2 helikopter, kapal, dan angkutan darat dari Labuha dan Saketa ke daerah terdampak bencana.

"Jumlah pengungsi berkurang dari 54.331 menjadi 49.057 orang," kata dia.



Pengiriman bantuan beras dari Pemkab Halmahera Selatan sebanyak 80 ton dilakukan lewat Ternate menuju Saketa. Pengiriman dilakukan menggunakan kapal laut untuk disalurkan ke desa-desa terdampak bencana.

Tim Pemda juga telah dikirim untuk melakukan pendataan, pengobatan, dan pembimbingan kepada warga korban gempa. Tim pemda juga akan membantu pembuatan sanitasi MCK di daerah bencana. (dnu/fjp)