detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 11:08 WIB

Canda Hakim Arief Hidayat ke Anggota Bawaslu: Fritz Lebih Galak dari Kopassus

Zunita Putri - detikNews
Canda Hakim Arief Hidayat ke Anggota Bawaslu: Fritz Lebih Galak dari Kopassus Hakim anggota Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat (tengah). (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Hakim anggota Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sempat membuat ruang sidang perkara sengketa Pileg 2019 menjadi cair. Sebab, Arief melontarkan candaan ke anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar saat persidangan perkara gugatan Partai Hanura kepada KPU.

Awalnya, Arief memeriksa saksi dari KPU, yaitu mantan Ketua KPU Bangkalan, Fauzan. Saat persidangan, Fauzan menjelaskan secara rinci asal muasal gugatan Hanura itu.


Fauzan mengatakan Hanura merasa perolehan suara yang ditulis petugas KPU di TPS di daerah Bangkalan itu berbeda dengan perolehan suara yang dihitung oleh saksi Hanura. Jadi suara yang diperoleh KPU merugikan salah satu caleg Hanura.

Singkat cerita, Fauzan mengatakan sempat ada protes dari Partai Hanura, kemudian Bawaslu mengeluarkan rekomendasi. Setelah ada rekomendasi, Fauzan mengaku pihaknya, termasuk saksi dari Hanura, bersedia mengikuti rekomendasi, sehingga masalah sebenarnya telah selesai.

"Sehingga karena pendapat Bawalsu seperti itu di rekomendasi, kita ikuti dan kita tawarkan ke saksi Hanura. Bersedia ikuti, sehingga kami ikuti C1 pembetulan di Bawaslu," kata Fauzan saat bersaksi di MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019).

"Jadi sebenarnya sudah nggak ada persoalan ya?" tanya hakim MK, Arief Hidayat.

"Nggak ada. Dan saksi Hanura di kabupaten itu tanda tangan, yang nggak tanda tangan itu hanya saksi kabupaten untuk DPRD itu hanya PAN yang Kwanyar," jelas Fauzan.

Lalu, di tengah-tengah kesaksian, Arief juga menyinggung anggota Bawaslu, Fritz Edward, di ruang sidang. Arief menyebut Fritz galak melebihi Kopassus.

"Oke, karena Bawalsu kan lembaga independen, nggak mungkin bermain-main ya, ada daerah yang bermain-main tapi ini anu ya... kalau sekarang di bawah Pak Fritz itu nggak main-main yang di bawah tuh. Pak Fritz itu melebihi Kopassus galaknya, ha-ha-ha...," ucap Arief.


Tak berhenti di situ, Arief kembali melontarkan candaan kepada Fritz. Hal itu disinggung kembali saat ada pertanyaan mengenai sebutan daerah di Jawa Timur, Kokop.

"Rekapitulasi dilaksanakan di kecamatan itu tanggal 22 sampai 25, tapi ada 3 kecamatan yang sampai molor, sampai tanggal 26 yang molor itu di kecamatan Kota Bangkalan, ada Kecamatan Kokop," jelas Fauzan.

"'Kokop' bahasa Madura-nya apa? 'Kekep' itu?" tanya Arief ke Fauzan.

"'Kokop' Yang Mulia, kalau 'kekep' lain lagi, Yang Mulia," jawab Fauzan.



Mundurlah dengan Arif, Yang Mulia Arief Hidayat!:

[Gambas:Video 20detik]




(zap/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com