detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 05:29 WIB

Round-Up

Kontroversi Rekonsiliasi Bersyarat Amien Rais

Tim detikcom - detikNews
Kontroversi Rekonsiliasi Bersyarat Amien Rais Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Usulan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais soal pembagian porsi 55-45 jadi syarat rekonsiliasi Joko Widodo (Jokowi)-Prabowo Subianto menuai kontroversi. Koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin menolak wacana itu.

Partai Nasional Demokrat (NasDem) menilai tidak sepatutnya Amien Rais berbicara soal pembagian 'kue' di rezim pemerintahan Jokowi periode kedua. NasDem meminta kubu Prabowo Subianto bicara sesuai dengan peranannya.

"Penguatan untuk kehidupan untuk bernegara, saran saya lebih bagus itu kalau dibahas oleh mereka dibanding dengan ngurus sibuk bagi kabinet 55-45, sibuk ngurus segala macam. Itu bukan urusannya, kita pun nggak ngurus, itu punya domain presiden terpilih," ujar Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G Plate di kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019).


Sementara Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga menilai porsi 55-45 sebagai syarat koalisi sangat tidak wajar dan kecil kemungkinan terjadi. Menurutnya, komposisi '55-45' hampir sama saja untuk kubu pendukung atau yang berseberangan dengan pemerintahan.

"Karena kalau dari sudut ini kita berandai-andai, dari sudut kewajaran kan sementara yang berjuang untuk menang, katakan dapat 55, sementara yang menjadi lawan dapet 45. Kalau dari sisi kewajaran kan boleh dikatakan, saya tidak mau mendahului ya apa yang nanti diputuskan oleh Bapak Presiden Joko Widodo maupun oleh koalisi-koalisi kami. Tapi kemungkinan-kemungkinan seperti itu kan boleh dikatakan, walaupun bukan tidak mungkin tapi sangat kecil kemungkinan seperti itu," ujar Eriko di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/7).

PKB, koalisi Jokowi lainnya, menilai pernyataan Amien Rais soal porsi 55-45 itu aneh. Menurut PKB, partai koalisi Jokowi tidak pernah mensyaratkan bagi-bagi kursi.

"PKB, NasDem, PDIP, Golkar, atau semua partai yang tergabung itu tidak mempersyaratkan bagi-bagi kursi. Lah ini aneh, tamu baru datang itu malah ngatur-ngatur," kata Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/7).

Partai Golkar juga menilai pernyataan Amien Rais merupakan hal aneh. Amien dinilai tidak memiliki rasa sadar diri.

"Tawaran Pak Amien Rais ini aneh sekali. Kami yang menang, tapi kok dia yang menentukan syarat? Itu namanya tidak mau rumongso (merasa)," ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Sabtu (20/7).


PPP juga menanggapi pernyataan Amien Rais itu. PPP menilai pernyataan Amien itu berbeda dengan sikap sebelumnya yang menolak rekonsiliasi.

"Lucu, katanya tak mau tergoda kekuasaan hanya gara-gara rekonsiliasi. Ternyata yang nggak mau kalau ecek-ecek kursinya, kalau pembagiannya rupanya mau. Maka kenegarawanannya Pak Amien Rais ini nyaris lenyap," ujar Wasekjen Ahmad Baidowi kepada wartawan, Sabtu (20/7).

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sebelumnya berbicara mengenai syarat rekonsiliasi. Selain harus menyamakan pandangan program Indonesia ke depan, Amien berbicara soal pembagian porsi 55-45.

"Saya bilang kalau mau rekonsiliasi tentukan dulu platformnya (programnya), mau diapakan Indonesia ini? Prabowo sudah bicara di mana-mana pentingnya kedaulatan pangan, energi, tanah, air, dan lain-lain. Kalau itu disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati berarti rezim ini balik kanan, sudah jalan akalnya," kata Amien Rais dalam sambutan acara 'Muhasabah dan Munajat untuk Negeri' di gedung Dakwah, Jl Kramat Raya, Jakpus, Sabtu (20/7).

"Tapi ini kan nggak mungkin. Kalau mungkin alhamdulillah, negeri ini bisa kokoh sekali karena ide Prabowo akan dilaksanakan," imbuhnya.



Tonton juga video Amien Rais dan Upaya Memelihara Api Oposisi:

[Gambas:Video 20detik]


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com