detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 00:40 WIB

Atasi Kekeringan di Jawa-NTT, 2 Pesawat Disiapkan untuk Hujan Buatan

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Atasi Kekeringan di Jawa-NTT, 2 Pesawat Disiapkan untuk Hujan Buatan Ilustrasi proses pembuatan hujan buatan (Foto: dok. BPPT)
Jakarta - Kekeringan terjadi di sejumlah daerah di Jawa dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk mengatasi kondisi tersebut, dua pesawat disiapkan untuk menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) berupa hujan buatan.

"Jadi ada dua pesawat yang disiagakan. Kemudian untuk logistiknya, ada pesawat Hercules yang akan disiapkan oleh TNI untuk mengangkut personel dan bahan semai awan dari Jakarta untuk dikirim ke Kupang," kata Plh Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo di Graha BNPB, Jalan Pramuka No 38, Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur, Senin (22/7/2019).


Satu pesawat CN-295 disiagakan di Bandara Halim Perdanakusuma, yang akan bersiaga untuk membuat hujan buatan di Pulau Jawa. Sedangkan satu pesawat lainnya, yaitu Casa-212, akan disiagakan untuk menangani kekeringan di NTT dan sekitarnya.

Sementara itu, di lokasi yang sama, Badan Pengkajian dan Penetapan Teknologi (BPPT) menyatakan terus memantau adanya potensi awan sebagai penunjang dilakukannya hujan buatan. Pantauan terus dilakukan sejak pagi hingga siang hari setiap harinya.

"Jadi strategi yang kita lakukan memang menunggu proses itu ada. Begitu dia ada, kita lakukan eksekusi. Makanya kita pantau dari pagi sampai siang, baru kita putuskan ini kita terbang atau nggak. Artinya, kalau kita putuskan terbang, itu potensi yang tersedia itu cukup kita putuskan. Begitu kelihatannya tidak, standby saja," kata Kabag Umum TMC BPPT John Arifian.


Rencana pembuatan hujan buatan terkendala oleh pembentukan awan kumulus, awan yang bentuknya seperti bunga kol. BMKG mengakui awan jenis ini sulit muncul karena kemarau yang panjang.

BMKG menyatakan akan terus memonitor kondisi awan untuk memuluskan rencana pembuatan hujan buatan.

"Ada peluang. Makanya kita betul-betul kita amati hari per hari. Jangan lupa kita di negara tropis ini dinamika hariannya sangat kuat. Nah, ini yang kita jaga. Kalau hari ini ada peluang, langsung kita terbang. Jadi makanya kita standby hari ke hari," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG A Fachri Radjab kepada wartawan.

Terkait pembuatan hujan buatan ini, Jakarta belum jadi salah satu target TMC. Namun, bila ada permintaan, hujan buatan bisa juga dilakukan di daerah Jakarta.
(jbr/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com