detikNews
Senin 22 Juli 2019, 19:53 WIB

Walkot Hendi Ingatkan Pentingnya Proyek Tol Semarang-Demak

Nurcholis Maarif - detikNews
Walkot Hendi Ingatkan Pentingnya Proyek Tol Semarang-Demak Foto: dok. Istimewa
Semarang - Proyek pembangunan tanggul laut yang akan terintegrasi dengan tol Semarang-Demak akan segera berjalan. Hal ini ditandai dengan penetapan pemenang lelang perusahaan yang dituangkan dalam surat PB.02.01-Mn/1347 pada Rabu (17/7/2019).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan akan menyambut baik program besar ini. Ia berharap proyek tol dan tanggul laut tersebut dapat berjalan lancar sehingga segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Ini menjadi proyek strategis yang kami harapkan dapat berjalan lancar, sehingga hasilnya cepat dinikmati oleh masyarakat," tutur Hendi, sapaan akrabnya, dalam keterangan, Senin (22/7/2019).

Hendi juga mengatakan berterima kasih karena mendapat dukungan dari pemerintah pusat dalam proyek ini. Menurutnya, dengan proyek ini, masalah rob dan banjir serta kemacetan di Kota Semarang dapat tertangani.


"Tanggul laut akan menjadi satu kesatuan sistem penanggulangan rob dan banjir. Alhamdulillah mendapat support dari pemerintah pusat lewat Kementerian PUPR," ujar Hendi.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan pembangunan jalan tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer akan terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut. Program ini memiliki nilai investasi Rp 15,5 triliun dan ditargetkan berlangsung selama dua tahun. Menurutnya, langkah awal setelah penetapan pemenang lelang, pihak konsorsium akan membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

"Kemudian maksimal tiga bulan dari sekarang, yaitu Oktober 2019 akan dilaksanakan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT). Setelah itu, pihak konsorsium tinggal melaksanakan proses konstruksi Semarang-Demak. Proses konstruksi ditargetkan selesai dalam waktu 2 tahun," ungkap Danang.

Adapun ketiga konsorsium yang ditetapkan sebagai pemenang lelang adalah PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Misi Mulia Metrical. Ketetapan ini diputuskan oleh Menteri Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.


(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed