detikNews
Senin 22 Juli 2019, 19:40 WIB

Round-Up

Beda Amien dan Zulkifili soal Syarat Gabung Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Beda Amien dan Zulkifili soal Syarat Gabung Jokowi Amien Rais dan Zulkifli Hasan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berbeda pandangan soal rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019. Kala Amien berbicara tentang pembagian porsi '55-45' sebagai syarat rekonsiliasi, Zul menyatakan tulus mendukung presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) kembali memimpin RI.

Dirangkum detikcom, Senin (22/7/2019), Amien mengemukakan ide pembagian porsi 55-45 sesuai persentase kemenangan Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2019. Pembagian porsi itu terkait rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo.

"Saya bilang, kalau mau rekonsiliasi, tentukan dulu platformnya (programnya), mau diapakan Indonesia ini? Prabowo sudah bicara di mana-mana pentingnya kedaulatan pangan, energi, tanah, air, dan lain-lain. Kalau itu disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati, berarti rezim ini balik kanan, sudah jalan akalnya," kata Amien Rais dalam sambutan acara 'Muhasabah dan Munajat untuk Negeri' di gedung Dakwah, Jl Kramat Raya, Jakpus, Sabtu (20/7).


Bila syarat itu tak disepakati, menurut Amien Rais, oposisi menjadi pilihan PAN. Amien menyatakan bakal kecewa bila ada parpol pro-Prabowo di Pilpres 2019 menyeberang ke pemerintahan periode kedua Jokowi.

"Tapi kalau tidak mau, ya sudah, kita di luar. Oposisi. Sungguh aib kalau ada partai pendukung 02 tiba-tiba menyeberang hanya karena satu kursi ecek-ecek, kemudian dosanya dua. Kalau hanya embel-embel, berarti si menteri embel-embel berkolaborasi dengan rezim yang selama ini kita kritik karena terlalu mementingkan orang berada. Doanya dipikul bareng oleh menteri ecek-ecek," tuturnya.

Di sisi lain, Zul emoh menanggapi ide pembagian porsi '55-45' ala Amien itu. Dia pun berbicara tentang Indonesia yang lebih baik dengan memberikan dukungan kepada presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Saya mengatakan kita dukung Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf dan kita doakan biar sukses memimpin kita. Indonesia lebih baik dan itu cita-cita kita semua. Saya kira mirip-mirip," ujar Zul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/7).


Ketua MPR itu pun menegaskan memberikan kesempatan kepada Jokowi tanpa syarat. Soal pos di kabinet, Zul mengatakan Jokowi memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa saja sosok yang tepat menempati kursi-kursi tersebut.

"Haknya apa? Haknya itu punya hak prerogatif menentukan. Oleh karena itu, kabinet atau apa pun namanya pembantu, jadi yang berdaulat tetap Pak Jokowi. Oleh karena itu, kita nggak pakai syarat-syarat. Kita mendukung agar Pak Jokowi sukses memimpin Indonesia," tutur dia.



Simak Juga 'Amien Rais dan Upaya Memelihara Api Oposisi':

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com