detikNews
Senin 22 Juli 2019, 18:14 WIB

Anggota TNI Tewas Ditembak KKB di Nduga, Ini Kata Moeldoko

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Anggota TNI Tewas Ditembak KKB di Nduga, Ini Kata Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Lisye/detikcom)
Jakarta - Seorang anggota TNI, Prada Usman Hambelo, tertembak dalam serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di bekas kamp PT Pembangunan Perumahan (PP) di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menilai perlu ada evaluasi antara TNI dan Polri terkait penembakan itu.

"Ada sesuatu yang perlu dievaluasi antara TNI dan kepolisian bagaimana dia harus melakukan kegiatan-kegiatan di lapangan secara taktis," ujar Moeldoko di Jalan Cikini Raya Nomor 69, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019).


Namun Moeldoko menilai serangan kelompok kriminal bersenjata itu masih pada ranah kepolisian. Menurutnya, TNI akan meninjau kembali kasus yang menewaskan satu orang anggota TNI itu.

"Saya pikir itu masih ranahnya kepolisian ya, dan TNI akan melihat kembali," lanjut mantan panglima TNI ini.


Serangan KKB terjadi saat personel TNI tengah melakukan pengamanan di bekas kamp PT PP yang merupakan tempat proyek pembangunan jembatan Sungai Yuguru. Pada Sabtu (20/7), sekitar pukul 12.45 WIT, KKB melakukan serangan tembakan secara membabi-buta dari arah semak belukar yang berada tepat di depan kamp.

"Kejadiannya sangat singkat, serangan dilakukan dengan tembakan rentetan yang muncul dari balik semak belukar secara hit and run. Pelaku di perkirakan berjumlah 4-5 orang. Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran. Namun, dengan pertimbangan keamanan karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan," ujar Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/7).


Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke satuan atas untuk mendapatkan bantuan helikopter dalam rangka evakuasi. Sebab, satu-satunya sarana angkutan menuju TKP hanyalah pesawat helikopter. Namun, karena cuaca hujan di Wilayah Nduga sedang buruk, proses evakuasi tidak dapat dilaksanakan hingga malam hari ini.

"Berdasarkan laporan yang diterima bahwa pada pukul 14.10 WIT korban atas nama Prada Usaman Hambela akhirnya mengembuskan napas terakhir, gugur sebagai pahlawan pembangunan karena luka tembak di bagian pinggang," tuturnya.



Simak Juga 'Wiranto Soroti Peristiwa Mengancam Keamanan Nasional':

[Gambas:Video 20detik]


(lir/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com