detikNews
Senin 22 Juli 2019, 18:07 WIB

Terima Roosseno Award Didampingi Puput, Ahok Bicara Rekonsiliasi Nasional

Indah Mutiara Kami - detikNews
Terima Roosseno Award Didampingi Puput, Ahok Bicara Rekonsiliasi Nasional Ahok menerima Roosseno Award. (Instagram/@basukibtp)
Jakarta - Mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok/BTP), mendapat penghargaan Roosseno Award IX. Dia lalu berbicara tentang pengalamannya saat dipenjara dalam kasus penistaan agama.

Momen penyerahan penghargaan itu diunggah Ahok di Instagram-nya, @basukibtp, Senin (22/7/2019). Ahok didampingi sang istri, Puput Nastiti Devi. Hadir pula wakil Ahok saat memimpin Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

"Terima kasih untuk penghargaan Roosseno Award IX yang diberikan kepada saya. Ini merupakan suatu kehormatan untuk saya. Saya menganggap ini sebagai bagian dari penguasaan diri, seperti yang saya alami di waktu kemarin, di mana saya adalah seorang gubernur, dalam waktu sekejap kehidupan saya berubah, kalah di pilkada divonis bersalah, langsung masuk tahanan," kata Ahok.


Saat itu, Ahok mengaku kecewa dan merasa tidak adil. Dia merasa marah dan dikorbankan. Pada akhirnya, Ahok menelan kekecewaannya itu dan menjalani masa tahanan di Mako Brimob.

"Pelajaran yang saya dapat dari kondisi awal saya di Mako Brimob adalah dalam kesulitan saya menyikapinya sebagai 'blessing in disguise'. Saya mulai bisa menguasai diri saya, membangkitkan kembali semangat saya. Saya berpikir bahwa ditahan untuk bisa melatih diri & semakin mengenal Tuhan agar nanti ketika keluar menjadi model bagaimana menjadi manusia yang penuh kasih, damai, sabar, murah hati, dan penguasaan diri," paparnya.

Terima Roosseno Award Didampingi Puput, Ahok Bicara Rekonsiliasi NasionalAhok saat menerima Roosseno Award. (Instagram/@basukibtp)

Ahok lalu berbicara soal prinsip terpenting untuk membantu masyarakat baginya, yaitu mewujudkan keadilan sosial. Dia mencontohkan kebijakannya saat menjabat Gubernur DKI, yaitu pemberian KJP, KJS, dan KJMU. Dengan kebijakan itu, anak-anak punya kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi.

"Yang lain adalah bekerja tanpa korupsi, saat ini kita tidak diminta untuk berkorban nyawa seperti masa penjajahan dulu, cukup dengan tidak korupsi," ungkap Ahok.


Dia juga berbicara soal memaafkan kesalahan masa lalu. Menurut Ahok, itu juga merupakan hal yang penting.

"Harus ada rekonsiliasi nasional bagi seluruh kekhilafan/kesengajaan terjadinya kejahatan kemanusiaan demi kekuasaan, ini harus dilakukan supaya kita tidak terjebak dalam polemik saling menyalahkan soal masa lalu," kata politikus PDIP ini.

"Karena itu, ketika saya dihina, difitnah, dipermalukan, dan diperlakukan tidak adil sekalipun, asal untuk kepentingan nasional, saya akan tetap tegak berdiri menjalaninya. Jika setiap warga negara rela 'mematikan' egonya, kepentingan SARA-nya, maka saat itulah Indonesia akan menuju kejayaan," pungkas Ahok.



Simak Juga 'Soal Reklamasi, Ahok: Nanti Dikira Anies Gue Kampanye':

[Gambas:Video 20detik]


Terima Roosseno Award Didampingi Puput, Ahok Bicara Rekonsiliasi Nasional


(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com