detikNews
Senin 22 Juli 2019, 17:09 WIB

Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar di Sumenep

Uji Sukma Medianti - detikNews
Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar di Sumenep Foto: MPR
Jakarta - Kesenian Ludruk memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Madura serta Jawa Timur pada umumnya. Kepala Biro Humas Setjen MPR Siti Fauziah pun mengungkapkan MPR memilih seni budaya seperti ludruk ini sebagai salah metode sosialisasi Empat Pilar. Sosialisasi ini dilaksanakan di Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

"Mudah-mudahan cerita ludruk yang disampaikan dalang, M. Didik, melalui lakon 'Sri Kembang dan Arya Rajawirya', memberi manfaat untuk masyarakat, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (22/7/2019).


Ia pun merasa bangga melihat antusiasme masyarakat ingin menyaksikan pagelaran seni ludruk tersebut. Apalagi pagelaran seni budaya tradisional ini diselenggarakan dalam rangka sosialisasi Empat Pilar MPR.

"Saya kagum karena malam ini penonton cukup ramai. Ini pertanda bahwa masyarakat di sini sangat menyukai seni budaya Ludruk," ungkapnya.

Lebih lanjut, Siti Fauziah menjelaskan, dalam memasyarakatkan empat pilar, MPR menggunakan berbagai metode, sasarannya pun berbagai elemen masyarakat.

Sosialisasi Empat Pilar juga dilakukan melalui lomba mewarnai, menggambar untuk murid TK, lomba cerdas cermat (LCC) Empat Pilar untuk siswa SLTA, untuk tingkat mahasiswa ada debat konstitusi, kemah Empat Pilar, lalu untuk guru dan pejabat-pejabat daerah melalui FGD atau seminar.


Sementara untuk masyarakat langsung adalah melalui kesenian dengan tujuan untuk melestarikan seni budaya tradisional yaitu kesenian dari masyarakat untuk masyarakat.

Adapun, Sekretaris Desa Pinggirpapas Surawi, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Sekretariat Jenderal MPR sudah menyelenggarakan pagelaran seni budaya ludruk di daerah penghasil garam ini.

"Selain untuk Sosialisasi Empat Pilar masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersamaan serta kerukunan", tuturnya.

"Sosialisasi dan pertunjukan seni budaya ini tidak hanya sebagai tontonan tapi mari kita ambil hikmah yang terkandung dari Empat Pilar MPR RI dan makna yang tercantum dalam Pancasila untuk menjaga persatuan kita," lanjutnya.

Pagelaran Seni Budaya Ludruk di pulau penghasil garam ini dibuka oleh anggota DPRD Kabupaten Sumenep Ahmad Mustar, serta dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka di Kabupaten Sumenep.

Dalam sosialisasi ini hadir pula Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Biro Humas MPR RI, Muhamad Jaya, serta aparatur kecamatan dan desa.

Dalam sambutannya, Ahmad Mustar menyampaikan bahwa ada empat hal pokok di negara ini yang harus kita sosialisasikan kepada masyarakat yaitu Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Jadi, lanjut dia, di negeri ini apapun bentuk kehidupan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. "Kalau bertentangan dengan Pancasila, itu berarti tidak sesuai dengan hukum di Indonesia," ucapnya.

"Begitupun NKRI. Karena berada di wilayah yang terbentang luas dan telah menjadi satu kesatuan sebagai negara yang berdaulat mari kita bersama jaga persatuan dan kesatuan, serta Bhinneka Tunggal Ika adalah wujud dari keberagaman kita," tambahnya.
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com