detikNews
Senin 22 Juli 2019, 17:01 WIB

Selain Narkoba, Moeldoko Nilai Indonesia Diancam Illegal Logging

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selain Narkoba, Moeldoko Nilai Indonesia Diancam Illegal Logging Moeldoko menjadi pembicara diskusi di kantor DPP PA GMNI. (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko berbicara tentang ancaman yang menghantui Indonesia saat ini. Menurutnya, beberapa hal yang mengancam Tanah Air saat ini adalah pembalakan liar atau illegal logging dan narkoba.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk 'Siapa Melahirkan Republik Harus Berani Mengawalnya'. Dia awalnya menyebut ada dua kategori ancaman, yakni tradisional dan nontradisional.

"Kita mengenali ancaman tradisional dan nontradisional. Ancaman tradisional adalah negara yang akan menginvasi Indonesia. Nanti, kalau itu terjadi, pendekatannya hukum," kata Moeldoko di kantor DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI), Jalan Cikini Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019).




Moeldoko menyebut narkoba dan illegal logging merupakan ancaman nontradisional. Namun, ujar dia, masih banyak hal lain yang masuk kategori ancaman nontradisional untuk Indonesia.

"Berikutnya kita mengenal ancaman kedua adalah ancaman nontradisional. Maka sesungguhnya ancaman itu berada di tengah-tengah kita sekarang ini. Betapa narkoba menjadi sebuah fenomena yang luar biasa. Ancaman illegal logging, illegal trafficking, dan macam-macam. Itu sebuah ancaman nyata bagi kita semua," jelasnya.

Dia menegaskan, untuk bisa menangkal ancaman tersebut, baik tradisional maupun nontradisional, semua elemen bangsa harus ikut serta. Eks Panglima TNI itu menyebut unsur agama dan politik juga harus berperan, seperti ketika berjuang memerdekakan Indonesia.




"Untuk itu, keterlibatan semua pihak juga harus ikut di dalamnya. Tidak bisa itu hanya diserahkan kepada TNI/Polri. Tapi keterlibatan unsur agama, unsur nasionalis, partai politik, dan lainnya juga diperlukan," terang Moeldoko.

Ketua Umum DPP PA GMNI Ahmad Basarah sebagai tuan rumah menyebut acara diskusi kebangsaan ini merupakan perwujudan dari kolaborasi tiga unsur. Tiga unsur itu adalah nasionalis, agama, dan TNI.

"Diskusi dialog peradaban kali ini kita sengaja pilih dari unsur-unsur yang secara historis punya peran melahirkan Indonesia merdeka," ucap Basarah.
(lir/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com