detikNews
Senin 22 Juli 2019, 13:36 WIB

Pengadaan Dana Saksi Dikritik, Golkar Pertanyakan Peran Bamsoet

Tsarina Maharani - detikNews
Pengadaan Dana Saksi Dikritik, Golkar Pertanyakan Peran Bamsoet Bambang Soesatyo/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut pengelolaan dana saksi Partai Golkar dalam Pemilu 2019 amburadul. Partai Golkar mempertanyakan peran Bamsoet yang menjabat sebagai Wakil Korbid Pratama Golkar itu dalam Pemilu 2019.

"Dalam hal ini kritik Pak Bamsoet tentang dana partai yang kurang baik di pileg kemarin, sebenarnya itu kembali kepada diri Pak Bamsoet juga. Apa perannya dan apa partisipasinya? Untuk mengatasi persoalan itu dalam kedudukan beliau itu sebagai Wakorbid di DPP Partai Golkar, apa keterlibatannya dalam Bapilu Pak Bamsoet? Apakah juga ikut kampanye-kampanye nasional sehingga tahu betul secara detail persoalan kepemiluan yang dihadapi Partai Golkar pada saat itu?" kata Ketua DPP Partai Golkar Taufik Hidayat kepada wartawan, Senin (22/7/2019).


Taufik menjelaskan tiap kader turut bertanggung jawab atas apa yang dihadapi partai. Ia pun mengkritik Bamsoet yang terkesan hanya memedulikan daerah pemilihan (dapil) dirinya maju sebagai caleg DPR RI. Menurut Taufik, Bamsoet tidak terlibat dalam kampanye nasional Partai Golkar.

"Saya melihat tidak ada peran Pak Bamsoet disana, Bapilu tidak ikut. Kampanye-kampanye nasional juga tidak terlibat. Dia hanya berpikir dapilnya saja. Lalu empat bulan kemudian, kok muncul kritik semacam ini (dana saksi)? Ini menandakan bahwa kualitas kepemimpinan Pak Bamsoet ini sangat rendah dan tidak bisa kita berikan apresiasi," ujarnya.


Ia menilai Bamsoet tidak memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Taufik menjelaskan pengadaan dana saksi partai berlandaskan kesukarelaan. Karena itu, Taufik menyarankan sebaiknya Bamsoet tidak banyak bicara jika tidak berkontribusi.

"Harus dimengerti bahwa di situ tanggung jawab Pak Bamsoet sebagai pengurus itu juga ada untuk mengatasi persoalan dana saksi. Dan sebaiknya kalau memang tidak bisa memberi kontribusi, ya nggak usah mengkritisi. Lakukan saja atau berikan saja peran terbaiknya, itu jauh lebih penting buat perbaikan kinerja partai ke depan," ucap Taufik.


Sebelumnya, Bamsoet mengkritik pengelolaan dana saksi Partai Golkar yang dinilai menyebabkan kader hingga terlilit utang. Bamsoet yang maju jadi caketum Golkar itu berharap persoalan kekurangan dana saksi tidak terulang.

"Saya tidak ingin lagi melihat pengurus daerah terlilit utang atau sampai menguras harta kekayaan untuk menggerakkan mesin partai akibat tidak adanya bantuan dana dari pusat," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Minggu (21/7).


Ia mengatakan belum ada dalam sejarah pelaksanaan pemilu, Golkar mengalami masalah terkait dana saksi. Bamsoet bahkan menyebut pengadaan dana saksi Golkar di Pemilu 2019 ini amburadul.

"Belum pernah dalam sejarah Golkar pengadaan dana saksi pemilu amburadul seperti pemilu 2019 kemarin. Di mana dana saksi tidak turun sama sekali di beberapa daerah. Kalaupun ada yang turun, pemilu sudah selesai. Sehingga tidak sedikit ketua-ketua daerah pontang-panting cari pinjaman dan bahkan ada yang terpaksa jual rumah dan mobil untuk menutup uang saksi yang semula dijanjikan oleh pusat," ujar dia.


(tsa/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com