detikNews
Senin 22 Juli 2019, 11:04 WIB

Kabareskrim Mulai Pelajari Temuan TPF Kasus Novel Baswedan

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Kabareskrim Mulai Pelajari Temuan TPF Kasus Novel Baswedan Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Polri mengungkap kasus teror terhadap penyidik senior Novel Baswedan dalam waktu tiga bulan. Polri berjanji bekerja keras untuk mewujudkan itu.

"Prinsipnya kita akan kerja keras ya," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Iqbal mengatakan tim Polri sedang mempelajari laporan dari Tim Pencari Fakta (TPF) Novel Baswedan. Temuan TPF Novel menurut Iqbal harus dipelajari secara komprehensif.


"Saat ini Pak Kabareskrim sedang mempelajari temuan-temuan dari tim pencari fakta atau tim pakar. Itu kan tebel, berapa halaman, dan itu harus dipelajari secara komprehensif, ini kan upaya penyelidikan dan penyidikan selanjutnya," ujarnya.

Selain itu, Polri akan memilih orang-orang yang akan masuk tim teknis untuk mengungkap kasus itu. Personel dari Inafis hingga Densus 88 juga akan dilibatkan.

"Tidak kalah pentingnya memilih personel-personel terbaik yang kemarin saya sampaikan dari semuanya, Inafis, Pusident, sampai ke Densus 88 terbaik karena kasus ini penting, sehingga saya prediksi dalam beberapa minggu ke depan ini masih perlu waktu untuk mempelajari dan memilih," ujarnya.

Rencananya tim teknis akan diumumkan beberapa pekan ke depan. Menurutnya, Polri masih butuh waktu untuk mempelajari dan melakukan rapat-rapat untuk mempelajari laporan tim pencari fakta.


"Tim teknis beberapa minggu ke depan, insyaallah bulan Agustus, sudah dimulai kalau dalam prediksi saya," pungkasnya.

Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Novel Baswedan sebelumnya memaparkan fakta terkait dugaan teror penyiraman air keras. TPF menemukan probabilitas serangan balik akibat penanganan kasus yang dilakukan Novel Baswedan dengan penggunaan kewenangan berlebihan.

"TPF menemukan fakta terdapat probabilitas terhadap kasus yang ditangani korban yang menimbulkan serangan balik atau balas dendam, akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan. Dari pola penyerangan dan keterangan saksi korban, TPF meyakini serangan tersebut tidak terkait masalah pribadi, tapi berhubungan dengan pekerjaan korban," kata juru bicara Tim Pencari Fakta Kasus Novel Baswedan, Nur Kholis, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (17/7).

Karena itu, TPF kasus Novel Baswedan memberi rekomendasi kepada Kapolri untuk pendalaman terhadap probabilitas motif penyerangan terkait 6 kasus 'high profile' yang ditangani Novel Baswedan. Keenam kasus itu, disebut TPF, berpotensi menimbulkan serangan balik atau balas dendam terhadap Novel.

"Karena penggunaan kewenangan secara berlebihan," sebut Nur Kholis.



Simak Video "Tanggapi Hasil TPF Kasus Novel, Jokowi 'Kejar' Kapolri"

[Gambas:Video 20detik]


(abw/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com