detikNews
2019/07/22 07:54:57 WIB

Round-Up

Tafsir Unggahan 'Sekti Aja Mateni' Jokowi Terjawab

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tafsir Unggahan Sekti Aja Mateni Jokowi Terjawab Presiden Jokowi (Instagram)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pepatan Bahasa Jawa berbunyi lamun sira sekti aja mateni. Pepatah ini diyakini tidak disampaikan di ruang hampa, alias ada konteks politik yang membuat Jokowi menyampaikan pepatah itu.

Jokowi memasang video singkat berdurasi 15 detik di akun Twitter resminya, Jumat (19/7) kemarin. Video itu berisi tayangan gambar tokoh wayang yang memberi padi ke seorang pria bertelanjang dada. Dalam video itu, Jokowi berkata, "lamun sira sekti, aja mateni. Meskipun kuat, jangan suka menjatuhkan."

Tafsir politik pertama datang dari parpol yang menaungi Jokowi, PDIP. Pepatah yang disampaikan Jokowi berkaitan dengan karakter kekuasaan yang dipraktikkan Jokowi.



"Ya kata 'lamun sira sekti, aja mateni' itu artinya mengandung pesan-pesan kemanusiaan dari Presiden Jokowi. Bagaimana pun juga kekuasaan tidak boleh dipakai untuk menindas," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7) kemarin.

Dia menambahkan, seorang pemimpin akan didukung rakyat bila tak menyalahgunakan kekuasaan. Hasto menyinggung masa kepemimpinan Presiden ke-2 RI Soeharto yang akhirnya diturunkan rakyat setelah berkuasa selama 32 tahun.

"Kita belajar dari 32 tahun Pak Harto ketika kekuasaan dipakai dengan otoriter dengan menggunakan segala daya upaya kesaktian negara akhirnya rakyat mengambil sebuah langkah-langkah yang sangat tegas, pelajaran yang sangat penting," katanya.


Giliran pihak Istana Kepresidenan menyampaikan tafsirnya. Pihak Istana Kepresidenan menjelaskan konteks politik terkini di balik penyataan Jokowi.

"Dalam konteks politik sekarang ini, meskipun beliau sebagai pemenang tapi dia tidak merendahkan. Ini pesan moral dari nilai kepemimpinan Jawa," kata Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Eko Sulistyo, Eko kepada detikcom, Minggu (21/7) kemarin.

Jokowi sebagaimana diketahui adalah Presiden terpilih 2019-2024. Dia juga adalah petahana, kepala negara dan pemerintahan. Namun Jokowi tidak merendahkan rivalnya yang kalah di Pilpres 2019, Prabowo Subianto. Meski begitu, Eko tidak menafsirkan pernyataan Jokowi 'lamun sira sekti, aja mateni' dengan proses rekonsiliasi Jokowi-Prabowo.

"Saya kira tidak terkait ya. Ini pesan moral yang umum," kata Eko.



Kata 'mateni' dalam petuah Jawa yang dikutip Jokowi itu menurutnya bukan berarti 'membunuh' dalam artian sebenarnya. Dalam pemahaman masyarakat Jawa tempat Jokowi dibesarkan, orang Jawa itu mati bila dipangku. Ini terkait dengan cara penulisan huruf Jawa, untuk mematikan bunyi aksara Jawa maka harus dibubuhi tanda pangku.

"Dalam masyarakat Jawa, kalau orang mateni itu dipangku," kata Eko.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com