detikNews
2019/07/22 07:54:57 WIB

Round-Up

Tafsir Unggahan 'Sekti Aja Mateni' Jokowi Terjawab

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Tafsir Unggahan Sekti Aja Mateni Jokowi Terjawab Presiden Jokowi (Instagram)

Siapa pihak yang bisa dipangku Jokowi namun Jokowi memilih untuk tidak memangkunya? Tak ada penjelasan lebih lanjut. Yang jelas, Jokowi lekat dengan nilai-nilai Jawa.

Bila merujuk kamus, terjemahan 'lamun sira sekti, aja mateni' ke Bahasa Indonesia berarti 'jika Anda sakti, jangan membunuh'. Dalam Kamus Lengkap Jawa-Indonesia yang disusun Sutrisno Sastro Utomo, 'lamun' artinya 'jika', berfungsi sebagai kata hubung. Bausastra Jawa yang disusun Poerwadarminta juga mengartikan 'lamun' sebagai 'yen' atau 'jika' dalam Bahasa Indonesia. Namun Jokowi mengartikan 'lamun sira sekti, aja mateni' sebagai 'meskipun kuat, jangan suka menjatuhkan'.

Politikus Partai Gerindra juga turut memberikan tafsirannya terhadap pitutur 'lamun sira sekti, aja mateni'. Jokowi mengartikan 'lamun sira sekti, aja mateni' sebagai 'meskipun kuat, jangan suka menjatuhkan'. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menafsirkan kalimat itu memuat keinginan Jokowi untuk mewujudkan kebersamaan dalam membangun Indonesia.

"Konteksnya, Pak Jokowi ingin adanya sebuah kebersamaan dalam membangun negara," kata Poyuono mengemukakan tafsir politiknya, kepada wartawan, Minggu (21/7) kemarin.



Secara ekonomi, Jokowi juga dinilainya ingin mendorong agar pengusaha yang besar tidak mematikan usaha kecil. Yang kuat mengajak kerjasama yang lemah, bukan menekan dan mematikan.

"Itu pesan moral yang disampaikan kangmas Joko Widodo tentang sebuah kemepimpinan, kekuasaan dan hidup di masyarakat dalam filsafat Jawa," kata Poyuono.

Selain itu, ada dua lagi ajaran Jawa yang dipegang Jokowi. Pertama "lamun sira pinter, aja minteri" yang artinya "meski Anda pintar namun jangan memintari (membohongi)". Kedua, "lamun sira banter, aja ndhisiki" yang artinya "meski Anda kencang, jangan mendahului".

"Tiga kata-kata filsafat Jawa ini maknanya sangat tinggi dan tidak gampang melakoninya, dan menurut saya kangmas Joko Widodo ini sudah menjalankan ketiga kata filsafat Jawa ini dalam kepemimpinan. Sangat bagus untuk bisa didalami dan dijalankan oleh kita semua," kata Poyuono.


(dnu/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com