detikNews
Senin 22 Juli 2019, 07:30 WIB

Bicara soal Reklamasi, Canda Ahok: Nanti Dikira Anies Gue Kampanye

Audrey Santoso - detikNews
Bicara soal Reklamasi, Canda Ahok: Nanti Dikira Anies Gue Kampanye Foto: Ahok kader PDIP (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, berbicara soal pulau reklamasi dan kontribusi tambahan 15 persen. Ahok berkelakar khawatir dikira Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang melakukan kampanye.

"Kalau nggak minta 15 persen untuk bangun, duit dari mana? Ujung-ujungnya balik lagi. Tapi kalau itu dibangun, misalnya contoh kelas menengah suami-istri... Nanti dikira Anies, gue mau kampanye jadi gubernur lagi," ucap Ahok menghentikan ucapannya sambil tertawa, sebagaimana dilihat detikcom dari akun Youtube Panggil Saya BTP, Senin (22/7/2019).

"Nggak, nggak, tertutup (acara tersebut)," ucap salah satu hadirin di acara itu.


Mendengar hal itu, Ahok kemudian melanjutkan penjelasannya. Ahok ingin memberikan hunian terjangkau bagi para milenial di pulau reklamasi, sewaktu masih menjabat sebagai Gubernur DKI. Ahok mengungkapkan pemikirannya saat itu, pasangan milenial dinilai membutuhkan tempat tinggal dengan harga terjangkau yang dekat dengan tempat kerja.

"Saya mikirnya sederhana saja, anak-anak muda yang baru menikah, anak-anak milenial kan sudah beda cara berpikirnya,. Mereka nggak butuh rumah gede, mereka kadang-kadang lebih suka sewa, yang penting kerja dekat rumah," ujar Ahok.


Jika di DKI Jakarta, Ahok berpendapat tak ada pengembang apartemen yang memberikan harga sewa atau unit yang murah. Namun jika apartemen berada di pulau reklamasi maka harga sewa dapat ditekan rendah karena berdiri di atas tanah milik pemerintah.

"Kalau dibangunin apartemen, nggak mungkin dong nyewainnya murah. Kalau pemerintah bisa (menyewakan murah), orang tanahnya dikasih kok, bangunnya dikasih, jadi itu nggak ada sewa, uang servis saja Rp 2 sampai Rp 3 juta satu apartemen perbulan," jelas Ahok.


Gambaran Ahok tentang masa depan pulau reklamasi adalah dihuni anak-anak muda sehingga dapat mengurangi kepadatan penduduk di Ibu Kota. "Banyak anak muda tinggal di situ sehingga ini akan mengurangi lalu lintas banget, tinggal di pulau. Bayangin ada 17 pulau, semua orang musti naik kendaraan, ke sana, macet. Itu cerita dulu sebelum masuk Mako Brimob," tutup dia.


Simak Video Ahok Jajal MRT untuk Pertama Kali:

[Gambas:Video 20detik]


(aud/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com