detikNews
2019/07/22 07:20:12 WIB

Round-Up

Kritik dan Pembelaan untuk Ucapan 'Tiongkok' Anies

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kritik dan Pembelaan untuk Ucapan Tiongkok Anies Instalasi seni Getah Getih (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Ujaran 'Tiongkok' dari Anies Baswedan berbuah pisau mata dua. Ada yang melontarkan kritik padanya, di sisi lain ada pula yang membela Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Kisah bermula ketika instalasi seni bambu Getah Getih yang terpasang di sekitar Bundaran HI dibongkar. Anies menyebut pembongkaran tersebut karena memang usia bambu sehingga kondisinya rapuh. Total kurang lebih 11 bulan instalasi seni itu menghiasi Ibu Kota sebagai bagian dari penyambutan Asian Games.

Kritik muncul dari DPRD DKI Jakarta lantaran hiasan itu memakan anggaran Rp 550 juta, tetapi pada akhirnya dibongkar. Anies membela diri.

"Anggaran itu ke mana perginya? Perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil," kata Anies pada Jumat, 19 Juli kemarin.




Beda cerita bila Anies memilih suatu pajangan lain. Bila pilihannya jatuh pada hal lain, misalnya besi--bukan bambu--maka menurut Anies bisa saja anggaran itu tidak lari ke petani kecil.

"Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp 550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, perajin bambu," imbuh Anies kemudian.

Ucapan itu pun mengundang kritik lain bagi Anies. Siapa yang mengkritik Anies?

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com