detikNews
Senin 22 Juli 2019, 06:59 WIB

'Hilang' 21 Tahun di Saudi, TKI Turini Akhirnya Pulang ke Tanah Air

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Hilang 21 Tahun di Saudi, TKI Turini Akhirnya Pulang ke Tanah Air TKI Turini (Foto: Istimewa)
Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyelamatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Cirebon, Turini, yang hilang kontak selama 21 tahun. Turini pulang ke Indonesia hari ini.

Turini berangkat dari Arab Saudi pada Minggu (21/7) waktu setempat. Dia dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 02.30 WIB dini hari tadi.

"Dengan didampingi staff KBRI Muhammad al-Qarni, Turini dipulangkan ke Indonesia bersama dengan 8 WNI kurang beruntung yang sudah menyelesaikan proses exit permit (izin keluar) di Imigrasi Saudi. Mereka diberangkatkan dari Ruhama (Rumah Harapan Mandiri) KBRI Riyadh," kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, dalam keterangannya, Senin (23/7/2019).



Wanita asal Kedawung, Cirebon, ini diketahui berangkat ke Saudi sejak 24 Oktober 1998. Selama bekerja di Saudi, Turini tidak memiliki akses komunikasi dengan keluarga di Indonesia. Dia juga tidak menerima gaji dari majikannya.

'Hilang' 21 Tahun di Saudi, TKI Turini Akhirnya Pulang ke Tanah AirFoto: Istimewa


Acara perpisahan di Ruhama KBRI Riyadh berlangsung haru. Ruhama adalah tempat menampung para WNI yang sedang menghadapi permasalahan ketenagakerjaan dan juga permasalahan hukum di Arab Saudi sebelum dipulangkan oleh KBRI ke Indonesia.

"KBRI Riyadh lebih memilih idiom 'WNI belum beruntung' daripada label 'WNI Bermasalah' dengan alasan kemanusiaan," kata Agus.



Agus menjelaskan rumah singgah KBRI Riyadh saat ini dihuni 170 WNI yang menghadapi berbagai masalah di Saudi. Mayoritas permasalahan yang dihadapi mereka adalah masuk ke Saudi dengan visa kunjungan padahal sebenarnya tidak diperuntukkan untuk kerja.

"Faktor inilah yang menyebabkan mereka tidak terdata di KBRI, sehingga KBRI kesulitan untuk memberikan perlindungan dan monitor keberadaan mereka dan seringkali KBRI Riyadh mengetahui data mereka justru ketika para pekerja migran tersebut mengalami masalah," ujar dia.



Menurut Agus, WNI yang datang ke Saudi dengan dokumen non prosedural kerap terjadi setelah moratorium pengiriman TKI. Dia berharap ada langkah luar biasa untuk menertibkan TKI ke Saudi,

"Meski demikian, KBRI dalam melayani tidak pernah melakukan diskriminasi dan melayani semua WNI yang datang dengan visa apapun," imbuh dia.

Selain itu, Agus menegaskan pihaknya akan selalu konsisten membantu para WNI di Saudi. KBRI Riyadh akan berusaha mencarikan solusi untuk permasalahan yang dihadapi setiap WNI.

"Terkait dengan denda overstay para WNI yang belum beruntung ini, KBRI Riyadh berusaha melakukan komunikasi dengan Kerajaan Arab Saudi untuk membebankan ke para majikan. Pada sisi lain Saudi juga membantu lewat Kantor Dinas Sosial Pemerintah Saudi Arabia," ujarnya.
(knv/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com