detikNews
2019/07/21 22:49:24 WIB

Round-Up

Ide '55-45' ala Amien Rais Ditepis

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Ide 55-45 ala Amien Rais Ditepis Foto: Amien Rais, senior PAN (Ristu Hanafi/detikcom)

3. Partai Golkar

Partai Golkar menilai pernyataan Amien terkait syarat rekonsiliasi bagi-bagi porsi 55-45 merupakan hal aneh. Amien dinilai tidak memiliki rasa sadar diri.

"Tawaran Pak Amien Rais ini aneh sekali. Kami yang menang, tapi kok dia yang menentukan syarat? Itu namanya tidak mau rumongso (merasa)," ujar Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Sabtu (20/7/2019).



Meski begitu, Ace mengatakan partai koalisi presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin tetap menerima saran dari siapa pun, termasuk dari Amien. Namun ide itu perlu ditelaah dulu. "Apalagi kalau sudah membagi porsi 55-45. Darimana hitungan angka itu? Rekonsiliasi itu bukan untuk bagi-bagi kursi. Perjelas dulu visi dan misi serta platform programnya," imbuh Ace.

4. PKB

Menanggapi ide 55-45 yang dikemukakan Amien, PKB menyarankan Amien dan pendukung Prabowo yang lain tetap saja dalam posisi oposisi pemerintah. PKB mengaku sangat mendukung Amien dan pendukung Prabowo lainnya jika tetap memilih jalan oposisi.

"Sekali lagi saran saya, yang memilih Pak Prabowo saya kira akan jauh lebih baik kalau mereka beroposisi. Sekali lagi, fungsi oposisi itu adalah sesuatu tugas negara yang mulia dan akan membantu memperbaiki keadaan karena semua kebijakan terkontrol dengan baik," ujar Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Sabtu (20/7/2019).



Karding juga mengingatkan esensi inti dari terjalinnya rekonsiliasi adalah memperbaiki Indonesia. Rekonsiliasi tidak harus ditandai dengan bagi-bagi kekuasaan. "Yang kami pahami sebagai sebuah rekonsiliasi itu adalah kebersamaan kita karena keinginan memperbaiki Indonesia, keinginan terbangunnya persatuan. Tidak harus rekonsiliasi itu dibarengi dengan bagi-bagi atau share kekuasaan politik atau power sharing," imbuhnya.

5. Partai NasDem

Partai NasDem menilai arti rekonsiliasi yang diucapkan Amien itu salah. Dikatakan petinggi NasDem, rekonsiliasi bukanlah bagi-bagi jabatan kabinet.
NasDem mengatakan pernyataan Amien terkait syarat rekonsiliasi bagi-bagi porsi program itu tidak tepat, karena pemenang Pilpres 2019 adalah Jokowi.

"Silakan bangun negara di luar (kabinet). Kabinet tergantung Pak Jokowi dan kami kan bukan tergantung sebelah kan? Kalau (partai pro-Prabowo) diterima, tentu ada syaratnya. Syaratnya yang tetapkan siapa? Pak Jokowi dan partai koalisi Pak Jokowi, harus memenuhi syaratnya," kata Sekjen NasDem Johnny G Plate menepis ide Amien Rais, dihubungi pada Sabtu (20/7/2019) malam.

6. PKS

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera tak sepakat dengan senior PAN itu soal porsi 55-45 sebagai syarat rekonsiliasi Jokowi-Prabowo. Mardani tetap ngotot ingin partainya beroposisi terhadap pemerintahan Jokowi.

"Rekonsiliasi bukan bagi-bagi kursi dan kekuasaan. Bahkan dalam rekonsiliasi, kita boleh berbeda, memilih oposisi, bersikap kritis pada kebijakan pemerintah yang memberatkan rakyat dan konstruktif pada kebijakan pemerintah yang pro-rakyat," kata Mardani kepada wartawan, Minggu (21/7/2019).



Meski begitu, Mardani menyatakan semua pendapat tetap harus dihargai, termasuk pendapat Amien Rais. Terlepas dari sikap pribadinya yang mendukung oposisi, Mardani menyatakan sikap resmi PKS belum ditentukan sampai hari ini. "PKS akan menetapkan sikap di musyawarah Majelis Syuro," kata Mardani.

7. PAN

Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo menilai apa yang disampaikan Amien merupakan terobosan yang sangat logis dan bijak. Alasannya, pertama, pernyataan Amien mengakomodasi keinginan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan timnya untuk melakukan rekonsiliasi dengan Prabowo Subianto dan para pendukungnya.

Kedua, menurut Dradjad pernyataan Amien itu mengakomodasi aspirasi dan perjuangan para pendukung Prabowo, termasuk kelompok 212. Dradjad lalu menyinggung Amien yang merupakan salah satu penasihat Alumni 212.

Menurutnya pembagian porsi 55-45 merupakan ijtihad yang berdasarkan perhitungan suara versi KPU dan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). "Artinya, nanti 55+45= 100% itu bersama-sama membantu Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf sebagai Presiden dan Wapres," kata Dradjad saat dikonfirmasi, Sabtu (20/7/2019).

8. PPP

Menurut PPP, rekonsiliasi tidak mesti diartikan sebagai bagi-bagi kursi. Menurutnya, rekonsiliasi itu kembali bersatu membangun bangsa. PPP menilai ide Amien soal pembagian porsi 55-45 itu berbeda dengan sikap sebelumnya yakni menolak rekonsiliasi.

"Lucu, katanya tak mau tergoda kekuasaan hanya gara-gara rekonsiliasi. Ternyata yang nggak mau kalau ecek-ecek kursinya, kalau pembagiannya rupanya mau. Maka kenegarawannya Pak Amien Rais ini nyaris lenyap," ujar Wasekjen Ahmad Baidowi kepada wartawan, Sabtu (20/7/2019).


(dnu/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com