detikNews
Minggu 21 Juli 2019, 17:12 WIB

Habiburokhman Tantang Adu Joging Ferdinand yang Kritik Trotoar Cikini

Danu Damarjati - detikNews
Habiburokhman Tantang Adu Joging Ferdinand yang Kritik Trotoar Cikini Proyek trotoar di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Politikus Partai Gerindra, Habiburokhman, tak sepakat dengan kritik politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean soal pelebaran trotoar di Cikini, Jakarta Pusat. Habiburokhman menanggapi dengan tantangan kepada Ferdinand agar joging di atas trotoar, dua pekan lagi.

"Kita ajak beliau (Ferdinand) untuk adu joging. Biar perut kita nggak buncit, karena perut kita sekarang balapan buncitnya," ujar Habiburokhman kepada wartawan, Minggu (21/7/2019).


Habiburokhman punya Kantor Advokat Habib & Co di Gedung Arva di Jalan Cikini Raya. Dia mengaku sering bepergian ke tempat cukur rambut di Menteng Huis. Biasanya, dia tak berjalan kaki untuk menuju Menteng Huis karena takut terjadi kecelakaan.

"Takut kena serempet, Bos. Orang yang kayak saya ini banyak sebenarnya, yang pengin jalan kaki, tapi karena malas tak ada trotoar yang memadai jadinya naik mobil. Jalanan jadi macet," kata Habiburokhman.

Dia tidak sepakat dengan kritikan Ferdinand yang mengatakan pelebaran trotoar membuat jalanan jadi macet karena bahu jalan menyempit. Menurutnya, ada hitung-hitungan yang luput dari Ferdinand.


"Kita hanya menghitung lebar bahu jalan yang menyempit tapi tidak menghitung orang yang beralih dari mobil pribadi menjadi berjalan kaki. Yang kayak begitu banyak orang salah hitung," kata Habiburokhman.

Lewat akun Twitternya, Habiburokhman, yang merupakan anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, juga membela pelebaran trotoar karya Gubernur Anies Baswedan. Menurutnya, baru kali ini setelah belasan tahun ada Gubernur Jakarta yang memikirkan pelebaran trotoar di Jalan Cikini Raya.

"Sdh 12 tahun gua ngantor di Cikini Raya, baru Gub Anies kepikiran lebarin trotoar, kebayang dua minggu lagi bisa jogging sore di pinggir jalan kayak di negara2 maju. Bang @FerdinandHaean2 mau ikutan ?" cuit Habiburokhman lewat akun Twitternya, @Habiburokhman.


Menurutnya, trotoar yang lebar tak selalu berakibat macet. Ini dikatakannya sudah terbukti di titik lain kawasan Jakarta, yakni dekat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Dulu waktu trotoar Jl Diponegoro dekat RSCM diperlebar, gua juga sempat kesal jalan macet jadi tambah sempit, tapi dasar Gub kita keren kayak gua, dg pengaturan yg bagus, skrg jalan itu malah hampir gak pernah macet," cuit Habiburokhman.

Belum jelas betul, apakah nanti Ferdinand akan menerima ajakan Habiburokhman untuk joging di atas trotoar baru Cikini atau tidak. Namun sebelumnya, Ferdinand menyatakan kritiknya terhadap pelebaran trotoar itu. Menurutnya, lebar trotoar cukup 1,5 meter saja, tak perlu dilebarkan hingga dua kali lipatnya. Bila pelebaran dilakukan maka bahu jalan akan menyempit dan kemacetan akan terjadi.

"Jakarta itu jalanannya macet, ruas jalan tak lg ideal dgn jumlah kendaraan. Tp koq bs Pemda DKI merampas badan jalan untuk meperlebar trotoar hingga 3 mtr lebih. Cikini yg slm ini padat, makin padat. Trotoar itu cukup 1,5 mtr utk pejakan kaki. @DKIJakarta," tulis Ferdinand pada Jumat (19/7).



Tonton Video Momen Kocak BPN Prabowo Serahkan Ferdinand Hutahaean ke TKN Jokowi:

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com