detikNews
Minggu 21 Juli 2019, 16:28 WIB

Ferdinand Kritik Pelebaran Trotoar Cikini, Habiburokhman Bela Anies

Danu Damarjati - detikNews
Ferdinand Kritik Pelebaran Trotoar Cikini, Habiburokhman Bela Anies Politikus Gerindra Habiburokhman (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengkritik pelebaran trotoar di Jalan Cikini karena menimbulkan kemacetan. Merespons kritik itu, politikus Gerindra Habiburokhman memberikan pembelaan untuk kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Pembelaan itu awalnya disampaikan Habiburokhman lewat Twitter. Menurutnya, baru Anies yang punya inovasi untuk melebarkan trotoar di Cikini itu setelah 12 tahun.

"Sdh 12 tahun gua ngantor di Cikini Raya, baru Gub Anies kepikiran lebarin trotoar, kebayang dua minggu lagi bisa jogging sore di pinggir jalan kayak di negara2 maju. Bang @FerdinandHaean2 mau ikutan ?" cuit Habiburokhman lewat akun Twitternya, @Habiburokhman, Minggu (21/7/2019).


Menurutnya, trotoar yang lebar tak selalu berakibat macet. Ini dikatakannya sudah terbukti di titik lain kawasan Jakarta, yakni dekat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Ferdinand Kritik Pelebaran Trotoar Cikini, Habiburokhman Bela AniesGubernur Jakarta Anies Baswedan (Foto: Fida/detikcom)

"Dulu waktu trotoar Jl Diponegoro dekat RSCM diperlebar, gua juga sempat kesal jalan macet jadi tambah sempit, tapi dasar Gub kita keren kayak gua, dg pengaturan yg bagus, skrg jalan itu malah hampir gak pernah macet," cuit Habiburokhman.


Saat dihubungi, dia menjelaskan alasan tak setuju dengan kritik Ferdinand yang mengatakan pelebaran trotoar membuat jalanan jadi macet karena bahu jalan menyempit. Menurut Habiburokhman, ada hitung-hitungan yang luput dari Ferdinand.

"Kita hanya menghitung lebar bahu jalan yang menyempit tapi tidak menghitung orang yang beralih dari mobil pribadi menjadi berjalan kaki. Yang kayak begitu banyak orang salah hitung," kata Habiburokhman.

Habiburokhman membandingkan trotoar di Jakarta dan Singapura. Jika trotoar sudah lebar, akan makin banyak warga yang berjalan kaki dan polusi udara bisa berkurang.

"Ini seperti di negara-negara maju, contohnya Singapura, trotoarnya luas. Kita bisa olahraga, jadi warganya sehat, kemudian hemat juga, bensin berkurang, polusi berkurang. Prosesnya cukup cepat, ini melebihi ekspektasi terhadap Pak Anies," tuturnya.


Sebelumnya, Ferdinand menyatakan kritiknya terhadap pelebaran trotoar itu. Menurutnya, lebar trotoar cukup 1,5 meter saja, tak perlu dilebarkan hingga dua kali lipatnya. Bila pelebaran dilakukan maka bahu jalan akan menyempit dan kemacetan akan terjadi.

"Jakarta itu jalanannya macet, ruas jalan tak lg ideal dgn jumlah kendaraan. Tp koq bs Pemda DKI merampas badan jalan untuk meperlebar trotoar hingga 3 mtr lebih. Cikini yg slm ini padat, makin padat. Trotoar itu cukup 1,5 mtr utk pejakan kaki. @DKIJakarta," tulis Ferdinand pada Jumat (19/7).



Tonton Video Momen Kocak BPN Prabowo Serahkan Ferdinand Hutahaean ke TKN Jokowi:

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com