detikNews
Minggu 21 Juli 2019, 11:42 WIB

Melihat Pelebaran Trotoar Cikini Yang Diprotes Ferdinand PD

Matius Alfons - detikNews
Melihat Pelebaran Trotoar Cikini Yang Diprotes Ferdinand PD Foto: Revitalisasi trotoar di Cikini (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Pelebaran trotoar di Jalan Cikini Raya sempat diprotes oleh Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Pro dan kontra juga timbul di masyarakat terkait pelebaran trotoar tersebut.

Pantauan detikcom Minggu (21/7/2019), trotoar di sepanjang Jalan Cikini, Jakarta Pusat, memang sedang dalam proses pelebaran. Trotoar tersebut dilebarkan hingga hampir 1 meter.

Terlihat memang pelebaran trotoar ini memakan hampir 1 ruas Jalan Cikini Raya sebelah kanan. Pelebaran juga sempat sebabkan kepadatan di beberapa titik di Jalan Cikini Raya. Kepadatan diperparah juga dengan adanya proyek PLN di ruas jalan sebelah kiri.

Hingga saat ini pukul 11.20 WIB, terlihat ada beberapa pekerja yang masih mengerjakan proyek tersebut. Sebagian trotoar belum bisa dilewati pejalan kaki.
Melihat Pelebaran Trotoar Cikini Yang Diprotes Ferdinand PDFoto: Revitalisasi trotoar di Cikini (Matius Alfons/detikcom)

Sementara itu, pelebaran jalan ini juga menuai tanggapan beragam dari masyarakat. Salah satunya seorang supir taksi, Zaenal yang mengaku tidak setuju dengan pelebaran trotoar ini.

"Ya sebenernya ga perlu perlu amat, ini kan jalan ga ada orang lewat ini, terkecuali Sudirman, ini ga ada yang jalan ini sebenernya ini, sebenernya trotoar segini (sebelum diperlebar) sudah lebar ini, cuma ada yang naik turun trotoarnya jadi kurang rapih aja gitu," kata Zaenal.

Ia juga mengungkap pelebaran ini sebabkan kemacetan di hari biasa dan hari libur. Menurutnya agar hindari macer, seharusnya Jalan Cikini Raya diperlebar.

"Oh ini macet total, sebelum ini digarap aja udah macet, apalagi ini ditambahin, ini ditambah hampir semeter ini. Gimana caranya ntar, paling ada bus 1 aja udah ga bisa jalan, aturan jalan dilebarin, malah dikecilin gitu," ungkapnya.

Hal senada juga disamapaikan oleh seorang pedagang gorengan, Muhdi yang setuju dan tidak setuju dengan pelebaran trotoar ini. Menurutnya trotoar lebar diperlukan tapi jangan sampai sebabkan macet.

"Setuju ga setuju ya, jalan lebar aja tetep macet apa lagi disempitin, tapi gimana lagi, keputusan mereka (Pemprov), Ya sebenernya perlu (trotoar lebar, jadi ya perlu ga perlu, karena bikin macet jadinya," ujarnya.

Hal berbeda disamapikan seorang pejalan kaki, Nelson yang setuju jika trotoar sepanjang Jalan Cikini Raya diperlebar. Selain nyaman, kebijakan ini bisa kurangi jumlah kendaran.

"Ya setuju setuju aja sih, soalnya agak lebih lebar untuk pejalan kaki karena biasa terlalu padat banget untuk kita jalan, tapi kalau diperluas sih jadi pejalan kaki bertambah juga, memang harusnya dikurangi kendaraan mobil dan motor kan bikin polusi, kalau jalan kaki kan lebih sehat juga. Jadi setuju aja saya," ucap Nelson.

Sebelumnya proyek pelebaran trotoar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat mendapat kritik dari Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Menurut Ferdinand, pelebaran trotoar itu bikin jalan untuk kendaraan bermotor jadi sempit dan macet.

Keluhan itu mula-mula disampaikan Ferdinand lewat akun Twitter @FerdinandHaean2. Dia menyertakan foto kemacetan di Cikini.
(maa/fdu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com