ADVERTISEMENT
detikNews
Minggu 21 Juli 2019, 09:36 WIB

PPP soal Rekonsiliasi Porsi: Kenegarawanan Amien Rais Nyaris Lenyap

Zunita Putri - detikNews
PPP soal Rekonsiliasi Porsi: Kenegarawanan Amien Rais Nyaris Lenyap Ahmad Baidowi (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - PPP menanggapi pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang bicara terkait syarat rekonsiliasi dengan pembagian porsi 55-45. PPP menilai pernyataan Amien itu berbeda dengan sikap sebelumnya yang menolak rekonsiliasi.

"Lucu, katanya tak mau tergoda kekuasaan hanya gara-gara rekonsiliasi. Ternyata yang nggak mau kalau ecek-ecek kursinya, kalau pembagiannya rupanya mau. Maka kenegarawannya Pak Amien Rais ini nyaris lenyap," ujar Wasekjen Ahmad Baidowi kepada wartawan, Sabtu (20/7/2019).



Pria yang akrab disapa Awiek ini mengatakan rekonsiliasi tidak mesti diartikan sebagai bagi-bagi kursi. Menurutnya, rekonsiliasi itu kembali bersatu membangun bangsa.

Dia juga mengingatkan peran Amien sebagai oposisi pemerintah. Awiek juga menilai pernyataan Amien terkait bagi-bagi porsi 55-45 itu seperti orang yang haus kekuasaan.

"Pak Amien yang pernah jadi guru besar politik, mungkin lupa kalau dalam demokrasi adanya oposisi itu keniscayaan agar ada fungsi check and balances berjalan dengan baik. Kalau pola pikir seperti Pak Amien yang minta 55-45, hanya orientasi kekuasaan belaka," sebut dia.



Sebelumnya, Amien Rais bicara mengenai syarat rekonsiliasi yakni kesepakatan program Indonesia ke depan juga pembagian porsi 55-45. Dia mengatakan jika ada pembagian porsi seperti yang diinginkannya, tandanya pemerintahan Jokowi kembali ke jalan yang benar.

"Saya bilang kalau mau rekonsiliasi tentukan dulu platformnya (programnya), mau diapakan Indonesia ini? Prabowo sudah bicara di mana-mana pentingnya kedaulatan pangan, energi, tanah, air, dan lain-lain. Kalau itu disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati berarti rezim ini balik kanan, sudah jalan akalnya," kata Amien Rais, Sabtu (20/7).



Simak Video "Amien Rais dan Upaya Memelihara Api Oposisi"

[Gambas:Video 20detik]


(zap/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed