detikNews
Minggu 21 Juli 2019, 08:10 WIB

NasDem soal Porsi Rekonsiliasi Amien: Masa Menang Ikut Program yang Kalah?

Zunita Putri - detikNews
NasDem soal Porsi Rekonsiliasi Amien: Masa Menang Ikut Program yang Kalah? Foto: Sekjen NasDem Johnny G Plate (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Partai NasDem menanggapi pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang bicara terkait syarat rekonsiliasi dengan pembagian porsi 55-45. NasDem menilai arti rekonsiliasi yang diucapkan Amien itu salah.

"Rekonsiilasi apa maksudnya ya, rekonsiliasi? Apa rekonsiliasi sama dengan bagi-bagi anggota kabinet? Apa begitu maksudnya? Saya kira bukan itu maksudnya. Yang dimaksudkan itu kan silaturahmi politik dengan mengajak semuanya bersama-sama bangun negara, sesuai porsi masing-masing, dan sikap politik masing-masing. Ada yang menang, ada yang kalah, itu yang dimaksudkan," ujar Sekjen NasDem Johnny G Plate saat dihubungi, Sabtu (20/7/2019) malam.



Johnny mengatakan pernyataan Amien terkait syarat rekonsiliasi bagi-bagi porsi program itu tidak tepat, karena pemenang Pilpres 2019 adalah Joko Widodo (Jokowi). Seharusnya, kata Johnny, yang menyampaikan soal syarat-syarat rekonsiliasi itu adalah Jokowi.

"Kalau Pak Jokowi yang menang, Pak Jokowi yang menyusun kabinetnya, lalu apa yang diimplementasikan nanti? Adalah program visi-misi Pak Jokowi, karena itu yang sudah disetujui dipilih mayoritas rakyat. Masa Pak jokowi yang menang lalu disuruh melaksanakan program dari pihak yang kalah," ujar dia.

Menurut Johnny, hingga saat ini Jokowi belum pernah membicarakan terkait pembagian kursi di internal partai koalisi. Dia juga mengatakan Jokowi belum pernah bicara kepada partai koalisi untuk mengajak partai pro-Prabowo Subianto bergabung di kabinet 2019-2024.



Dia pun mempersilakan kepada partai pro-Prabowo untuk tetap menjalankan peran sebagai oposisi pemerintah. Andai partai pro-Prabowo gabung ke kabinet Jokowi, kata Johnny, mereka harus mengikuti syarat yang ditetapkan Jokowi dan bukan sebaliknya.

"Silakan bangun negara di luar (kabinet). Kabinet tergantung Pak Jokowi dan kami kan bukan tergantung sebelah kan? Kalau (partai pro-Prabowo) diterima, tentu ada syaratnya. Syaratnya yang tetapkan siapa? Pak Jokowi dan partai koalisi Pak Jokowi, harus memenuhi syaratnya," jelas Johnny.

Kemudian, Johnny juga mengatakan perlu adanya timbal balik jika oposisi masuk ke dalam kabinet dan menyusun program bersama Jokowi. Tak hanya itu, Johnn mengingatkan partai pro-Prabowo harus meminimalisir ucapan yang berdampak negatif pada Jokowi.

"Harus meminimalisir kelemahannya, atau dampak negatifnya, jangan sampai sudah masuk kabinet, tetap saja merongrong dari dalam, kan nggak bisa itu, harus minimalisir," katanya.



Sebelumnya, Amien Rais bicara mengenai syarat rekonsiliasi yakni kesepakatan program Indonesia ke depan juga pembagian porsi 55-45. Dia mengatakan jika ada pembagian porsi seperti yang diinginkannya, tandanya pemerintahan Jokowi kembali ke jalan yang benar.

"Saya bilang kalau mau rekonsiliasi tentukan dulu platformnya (programnya), mau diapakan Indonesia ini? Prabowo sudah bicara di mana-mana pentingnya kedaulatan pangan, energi, tanah, air, dan lain-lain. Kalau itu disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati berarti rezim ini balik kanan, sudah jalan akalnya," kata Amien Rais, Sabtu (20/7).


Simak Video "Amien Rais dan Upaya Memelihara Api Oposisi"

[Gambas:Video 20detik]


(zap/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed