detikNews
Sabtu 20 Juli 2019, 16:30 WIB

Amien Bicara Bagi Porsi 55-45, PDIP: Rekonsiliasi Transaksional

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Amien Bicara Bagi Porsi 55-45, PDIP: Rekonsiliasi Transaksional Hendrawan Supratikno (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais berbicara kesepakatan program Indonesia ke depan dan pembagian porsi 55-45 sebagai syarat rekonsiliasi pascapilpres 2019. Menurut PDIP, syarat rekonsiliasi yang diajukan Amien bersifat transaksional.

"Jadi ada dua jenis rekonsiliasi. Rekonsiliasi pertama, rekonsiliasi yang dangkal dan transaksional. Jadi dalam rekonsiliasi tipe pertama ini rekonsiliasi hanya semacam forum untuk bagi-bagi jabatan, forum untuk bagi-bagi kursi. Itu jenis pertama," ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat dikonfirmasi, Sabtu (20/7/2019).

"Jenis kedua itu rekonsiliasi yang mendasar. Nah rekonsiliasi yang mendasar ini didasarkan pada kesamaan visi dan komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang lebih maju, memiliki persatuan dan ideologi bangsa yang kuat. Ini sifatnya lebih jangka panjang, visioner," lanjut Hendrawan.

Dia menilai Amien Rais telah menyamakan rekonsiliasi dengan permainan judi. Berbeda dengan Amien, kubu Jokowi hendak membangun rekonsiliasi yang visioner.

"(Rekonsiliasi yang diajukan Amien Rais) dangkal dan transaksional. Sementara kami mempunyai niatan untuk membangun rekonsiliasi yang visioner dan transformasional. Pak Amien menyamakan rekonsiliasi seperti perjudian. Ini bukan perjudian, rekonsiliasi sekali lagi, harus ada komitmen moral, komitmen politik, komitmen visi," tuturnya.

Menurutnya, pihak yang terlibat dalam rekonsiliasi yang visioner dan transformasional itu lebih digerakkan oleh misi, bukan oleh posisi. Dia pun tidak sepakat dengan bagi-bagi program 55-45 seperti yang diajukan Prabowo.

"Saya tidak sependapat dengan Pak Amien, karena apa yang disampaikan Pak Prabowo dalam kampanye-kampanye kemarin itu sebenarnya kan versi lain dari Nawacita. Jadi Pak Prabowo selalu mengatakan pentingnya kedaulatan pangan, itu Trisakti Bung Karno, itu kan unsurnya 3, kedaulatan dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," imbuhnya.

Dikatakannya, Prabowo saat kampanye lalu selalu menyampaikan visi dan misi yang sebenarnya merupakan bahasa lain dari ide-ide Bung Karno. Program Prabowo itu juga sudah dilakukan Jokowi dalam program Nawacita Jokowi jilid I dan akan dilanjutkan di Nawacita jilid II.

"Jadi Pak Amien ini harus membaca lebih dalam, memahami lebih dalam Nawacita jilid I, mempelajari Trisakti Bung Karno. Pernyataan Pak Prabowo itu yang selama ini kita perjuangkan, di fraksi-fraksi DPR kita juga memperjuangkan itu. Hanya memang tidak bisa cepat direalisasi karena struktur relasi aktor ekonomi dalam globalisasi ini kan sudah lebih kompleks. Kerja sama-kerja sama ekonomi internasional sekarang lebih kompleks, saling ketergantungan antarnegara sekarang lebih kompleks," ujar Hendrawan


Amien Rais sebelumnya bicara mengenai syarat rekonsiliasi. Selain harus menyamakan pandangan program Indonesia ke depan, Amien berbicara soal pembagian porsi 55-45.

"Saya bilang kalau mau rekonsiliasi tentukan dulu platformnya (programnya), mau diapakan Indonesia ini? Prabowo sudah bicara di mana-mana pentingnya kedaulatan pangan, energi, tanah, air, dan lain-lain. Kalau itu disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati berarti rezim ini balik kanan, sudah jalan akalnya," kata Amien Rais dalam sambutan acara 'Muhasabah dan Munajat untuk Negeri' di gedung Dakwah, Jl Kramat Raya, Jakpus, Sabtu (20/7).

"Tapi ini kan nggak mungkin. Kalau mungkin alhamdulillah, negeri ini bisa kokoh sekali karena ide Prabowo akan dilaksanakan," imbuhnya.


Simak Juga 'Amien Rais dan Upaya Memelihara Api Oposisi':

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed