detikNews
2019/07/20 09:10:46 WIB

Round-Up

Kondom hingga Kabel, Masalah Jakarta di Bawah Tanah

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Kondom hingga Kabel, Masalah Jakarta di Bawah Tanah Sampah kondom menyumbat gorong-gorong Mega Kuningan. (Dok. PD Pal Jaya)


Kembali soal sampah plastik, Subekti mengatakan sampah itu menyumbat aliran limbah di gorong-gorong akibat dibuang di toilet. Pengguna toilet di gedung kawasan Mega Kuningan diduga langsung mem-flush kondom hingga pembalut di toilet.

Subekti mengatakan PD PAL Jaya pernah mengumpulkan pengelola gedung di Mega Kuningan untuk tegas kepada tenant-tenant. Perlu ada peringatan kembali agar tidak membuang sampah di lubang toilet.

"Jangan sampai buang padatan apa pun, biasanya di WC, di-flush. Yang banyak itu kan pembalut pantyliner, celana dalam, dimasukkan ke WC, langsung di-flush di situ. Terus ya termasuk kondom, celana dalam. Bahkan botol plastik banyak sekali," kata Subekti.

Kondom Hingga Kabel, Masalah Jakarta di Bawah TanahSampah plastik menyumbat gorong-gorong Mega Kuningan. (Dok. PD Pal Jaya)


Bukan Pertama Kali

Permasalahan di bawah tanah Jakarta ini bukan pertama kali terjadi. Sejak era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), penemuan kulit kabel di gorong-gorong pernah bikin geger.

Di era Ahok, sampah kulit kabel pernah ditemukan di dalam gorong-gorong di Jalan Medan Merdeka Selatan. Sampah kulit kabel yang bisa diangkut dari 26 Februari hingga 3 Maret 2017 mencapai 17 truk. Berat sampah kulit kabel itu mencapai 10 ton.



Berikutnya, sampah kulit kabel kembali ditemukan dalam gorong-gorong di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada 4 Maret 2017. Plt Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sumarsono, mendorong pihak kepolisian menyelidiki apakah ada unsur pidana terkait sampah kulit kabel yang ditemukan tersebut.

Kulit kabel kembali ditemukan di era kepemimpinan Anies Baswedan. Pada 18 Maret 2018, Pemprov DKI kembali menemukan kulit kabel utilitas di gorong-gorong Balai Kota sebanyak 12 kubik saat pasukan biru dari Dinas Tata Air DKI melakukan pembersihan rutin pada Minggu (18/3). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku mendapat laporan keberadaan sampah kulit kabel itu terkait dengan pencurian.
(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com