detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 20:05 WIB

Round-Up

Jokowi Potong Waktu Polri Selesaikan Kasus Novel

Tim detikcom - detikNews
Jokowi Potong Waktu Polri Selesaikan Kasus Novel Presiden Jokowi (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Tim teknis Polri tampaknya harus bekerja lebih maksimal dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Masa kerja yang diusulkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian selama 6 bulan diperpendek Presiden Joko Widodo (Widodo) menjadi 3 bulan.

Pembentukan tim teknis kasus Novel merupakan rekomendasi Tim Pencari Fakta (TPF) untuk melacak tiga orang terkait kasus penyerangan ke Novel. TPF menyarankan agar tim teknis mempunyai kemampuan yang spesifik.

"TPF merekomendasikan kepada Kapolri untuk melakukan pendalaman fakta terhadap satu orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Novel pada tanggal 5 April dan dua orang tidak dikenal yang berada di dekat tempat wudu Masjid Al-Ikhsan menjelang subuh dengan membentuk tim teknis," ujar juru bicara TPF Nur Kholis di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Rabu (17/7/2019).


Rekomendasi TPF ini langsung ditindaklanjuti Polri. Tim teknis segera dibentuk dengan dipimpin oleh Kabareskrim Komjen Idham Azis.

"Tim teknis lapangan akan segera dibentuk, dipimpin oleh Bapak Kabareskrim akan segera menunjuk seluruh personel dalam tim dengan kapasitas terbaik, yang dididik untuk melakukan scientific investigasi, tim ini melibatkan satker-satker yang sangat profesional, seperti tim interogator, surveillance, Inafis, pusiden, bahkan Densus 88 diturunkan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (17/7).


Iqbal mengatakan tim teknis spesifik ini hanya bisa dibentuk dari personel-personel Polri dan tak mungkin dibentuk oleh institusi lain. Tim ini bisa bekerja di luar metode-metode umum.

Tim teknis spesifik tersebut akan diberi waktu bekerja selama 6 bulan. Tugasnya, seperti rekomendasi dari TPF, mencari satu orang tak dikenal yang pernah menyambangi rumah Novel dan mencari dua orang yang berada di atas motor di dekat masjid tempat Novel biasa salat.

Namun masa kerja tim teknis itu dipotong Presiden Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta Kapolri mengusut tuntas kasus tersebut dalam waktu 3 bulan.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada TPF (Tim Pencari Fakta) sudah sampaikan hasilnya dan hasil itu mesti ditindaklanjuti oleh tim teknis untuk menyasar dugaan-dugaan yang ada. Oleh sebab itu, kalau Kapolri sampaikan meminta waktu 6 bulan, saya sampaikan 3 bulan tim teknis harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin diselesaikan," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (19/7).


Jokowi juga menegaskan kasus penyiraman air keras ini jangan terus diseret-seret kepadanya. Dia sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Kapolri.

"Saya beri waktu 3 bulan, akan saya lihat nanti hasilnya. Jangan sedikit-sedikit larinya ke saya, tugas Kapolri apa nanti?" ujar Jokowi.


Meski diberi waktu 3 bulan, Polri tetap optimistis kasus Novel segera terungkap. Polri menegaskan profesional dalam mengusut kasus tersebut.

"Kita tetap optimis, sejak awal kita lakukan penyelidikan sampai kemudian ada masukan dari pemerintah dan juga rekomendasi Komnas HAM, kita segera membuat tim pencari fakta itu, tim pencari fakta itu saya kira secara profesional sudah melakukan yang terbaik berdasarkan kemampuan dan kapasitas," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (19/7).


Asep berharap tim teknis mendapatkan temuan yang signifikan mengenai kasus penyerangan Novel. Dengan demikian, kata Asep, keinginan presiden bisa terwujud.

"Tadi sebagaimana pemberitaan presiden memberikan waktu 3 bulan, harapan kita selama 6 bulan ini ada progres yang terbaik untuk bisa kita ungkap, mudah-mudahan bagaimana kata presiden, tim teknis ini dapat bekerja secara maksimal," ujarnya.
(knv/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com