detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 19:29 WIB

Walkot Semarang Ingatkan Pentingnya Perencanaan Kawasan dan Lingkungan

Akfa Nasrulhak - detikNews
Walkot Semarang Ingatkan Pentingnya Perencanaan Kawasan dan Lingkungan Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta - Saat mengikuti acara peresmian Program Studi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan pada Fakultas Teknik, Universitas Katolik (Unika) Soegijopranoto, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menekankan pentingnya perencanaan kawasan dan lingkungan dalam konsep membangun sebuah kota. Menurut dia, perkembangan penduduk yang tak terkendali akan berdampak pada tatanan kehidupan masyarakat yang kurang nyaman.

Ia mengatakan perkembangan ekonomi dan kawasan Kota Semarang telah mengalami berbagai reformasi dari pra hingga pasca-kemerdekaan. Dimulai pada sektor agrikultur, manufaktur, hingga saat ini bertransformasi pada sektor pariwisata. Ia berharap di masa mendatang program studi baru ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap tata kelola baik skala lokal Kota Semarang, nasional, hingga internasional.


"Alasannya sederhana, melalui sektor pariwisata, kue ekonomi akan terbagi secara lebih merata. Semua bisa merasakan, tidak hanya didominasi kaum bermodal besar saja, tetapi akan terbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing," ungkap Hendi dalam keterangan tertulis, Jumat (19/7/2019).

Hendi mencontohkan, pada kawasan Kampung Pelangi, seluruh warga bisa berperan serta menggerakkan ekonomi, seperti parkir, jualan bunga, jualan kuliner, dan handicraft, sesuai dengan keterampilan serta kemampuan yang dimiliki. Mengaktifkan konsep Bergerak Bersama, lanjut Hendi, semua stakeholder didorong untuk berkontribusi dengan sistem bottom up, sesuai dengan aspirasi dan ide masyarakat.

Hasilnya, sejumlah perkembangan pembangunan berhasil diraih, dari Indeks Prestasi Manusia (IPM) yang meningkat hingga secara bertahap terpecahkannya berbagai permasalahan fisik dan sosial seperti rob dan banjir, kawasan kumuh, kemiskinan, dan infrastruktur.


Ke depan, ia juga menggagas berbagai program inovasi untuk percepatan pembangunan Kota Semarang yang akan berdampak pada peningkatan roda ekonomi. Di antaranya, pembangunan Underground Simpang Lima dan Tanggul Laut Semarang Demak.

"Dua tahun ini kami sudah menyelesaikan DED-nya, insyaallah tahun depan akan mulai ditawarkan kepada investor dengan model KBBU. Jika investor tertarik, maka akan dilakukan pembangunan sesuai dengan DED. Kalau tidak, pembangunan ruas-ruas jalan minimalis akan dibiayai pemerintah," pungkas Hendi.
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com