detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 17:01 WIB

Pembangunan Asrama Haji Aceh Mangkrak 6 Tahun, Komisi VIII DPR Berang

Agus Setyadi - detikNews
Pembangunan Asrama Haji Aceh Mangkrak 6 Tahun, Komisi VIII DPR Berang Foto: Asrama haji di Aceh belum rampung (Agus-detik)
FOKUS BERITA: Kabar Haji 2019
Banda Aceh - Pembangunan gedung di kompleks Asrama Haji Aceh di Banda Aceh mangkrak sejak 2013 lalu. Komisi VIII DPR RI mengancam tidak merekomendasikan lagi anggaran pembangunan jika status bangunan tersebut tidak diselesaikan.

Hari ini, Ketua Komisi VIII DPRI Ali Taher dan wakil ketua Komisi VIII Marwan Dasopang meninjau gedung terbengkalai di kompleks Asrama Haji. Keduanya naik hingga ke lantai tiga bangunan yang belum siap tersebut. Di sana, mereka sempat mendengar penjelasan dari Kepala Kanwil Kemenag Aceh Daud Pakeh.

"Pengerjaan asrama haji ini dilakukan sudah enam tahun mangkrak. Sebagai ketua Komisi VIII malu rasanya kalau di bawah kepimpinan kami itu kemudian masalah-masalah pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia itu terbengkalai," kata Ali kepada wartawan usai meninjau gedung terbengkalai di Asrama Haji, Jumat (19/7/2019).



Dia menilai, pembangunan gedung di asrama haji itu menggunakan spesifikasi yang tidak sesuai dengan perjanjian. Selain itu kualitas pekerjaannya juga tidak memenuhi standar.

"Meskipun ada laporan yang mengatakan tidak ada masalah, tetapi rasanya perlu ada evaluasi dan ujicoba aspek teknis dari pihak terkait," jelasnya.

Menurut Ali, pihaknya menunggu kejelasan dari pihak berwenang untuk menyatakan pembangunan gedung itu sudah layak atau tidak. Jika disebut layak, katanya, perlu dilakukan uji coba teknis lagi.



Ali menambahkan, hal itu perlu dilakukan agar nanti ada kepastian ketika dilakukan pekerjaan selanjutnya. Dia meminta Kakanwil Kemenag Aceh dan Kepala UTD Asrama Haji untuk berkoordinasi lagi terkait masalah tersebut.

"Tugas bagus kepala UPT Asrama Haji itu kalau ini selesai. Ini harus selesai pada waktunya," jelas Ali.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII Marwan, mengatakan, pihak legislatif tidak akan merekomendasikan anggaran untuk pembangunan asrama haji di Aceh jika masalah bangunan terbengkalai itu belum tuntas. Padahal, jelasnya, Aceh masih membutuhkan beberapa bangunan untuk menampung jamaah haji.

"Padahal layanan untuk jamaah tidak memadai. Kalau kita lihat jamaah kasian juga," ungkap Marwan.

"Tapi karena persoalan ini belum selesai statusnya, komisi VIII tidak merekomendasikan lagi anggarannya," bebernya.

Marwan berharap, setelah kunjungan pihaknya ada kejelasan terkait status hukum bangunan tersebut. Pihaknya juga mengaku belum mendapatkan laporan resmi jika pengusutan masalah bangunan ini oleh Kejati Aceh sudah dihentikan.

"Kita berharap segera ada putusan. Yang kita harapkan bukan surat dengan tidak ada masalah. Kalau tidak ada masalah kita lanjut, kita plaster kita keramik dan kita tempati. Ambruk besok. Yang kita harapkan status hukumnya ini bermasalah siapa yang salah dihukum baru dilanjut," ungkapnya.

Seperti diketahui, pembangunan gedung asrama haji Aceh di Banda Aceh sudah enam tahun mangkrak. Gedung yang dibangun dengan anggaran Rp 10 miliar itu kondisinya kini memprihatinkan.

Pantauan detikcom, gedung yang berada di Kompleks Asrama Haji ini terletak di belakang kantin tersebut belum sepenuhnya siap. Bangunan terbuat dari batu bata memang sudah berdiri.

Namun dinding-dindingnya belum diplester. Pada bagian depan gedung terpasang sebuah papan informasi berisi status gedung. Di bagian atas, terpasang sebuah parabola.

Dalam pamplet tersebut disebutkan pembangunan gedung dibangun pada tahun 2013. Status bangunan tersebut merupakan aset Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh.

Pembangunan gedung yang dilakukan Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama RI tersebut bersumber dari anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 10 miliar. Gedung itu dibangun pada 2013, namun kini tidak dilanjutkan.




Tonton Video Asrama Haji Surabaya Tingkatkan Fasilitias Setara Hotel Berbintang:

[Gambas:Video 20detik]


(agse/rvk)
FOKUS BERITA: Kabar Haji 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com