detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 13:18 WIB

Kinerja Disorot Ombudsman, Komjak Singgung OTT KPK di Kejati DKI

Yulida Medistiara - detikNews
Kinerja Disorot Ombudsman, Komjak Singgung OTT KPK di Kejati DKI Diskusi Ombudsman bersama Kejagung dan Komjak (Foto: Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Berdasar dari banyaknya laporan terkait kejaksaan padanya, Ombudsman menyebut peran pengawasan eksternal untuk Korps Adhyaksa masih minim. Pernyataan tersebut terlontar dari anggota Ombudsman Adrianus Meliala dan tertuju pada Komisi Kejaksaan (Komjak).

Kinerja Komjak disebut Adrianus kurang. Hingga pada akhirnya Adrianus menyebutkan Ombudsman ikut melakukan pengawasan, terutama berkaitan dengan pelayanan publik.




"Misalnya sidak terhadap tahanan, itu kan urusan mereka kok kami yang lakukan, kemudian jaksa nakal itu urusan mereka. Karena mereka tidak kerja, padahal itu adalah pelayanan publik yang harus diawasi, ya kami masuk, kami ajak bersama-sama untuk naik memperkuat," ucap Adrianus di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

Kemudian Adrianus menunjukkan data laporan yang diterima Ombudsman per tahun berkaitan dengan kejaksaan. Untuk tahun 2017, ada 118 laporan. Angka ini disebut Adrianus turun tahun depannya menjadi 80. Namun setelahnya pada 2019 Adrianus menyebut adanya peningkatan laporan yang signifikan yaitu 30 laporan terkait kejaksaan yang diterima Ombudsman.

Di tempat yang sama Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) M Yusni meyakini kinerjanya dari sisi pengawasan sudah maksimal. Namun dia tetap dengan tangan terbuka menerima adanya kemungkinan kesalahan yang terjadi.

"Inspeksi yang kita lakukan selama ini banyak, mulai dari inspeksi umum, pemantauan, dan khusus bahkan mungkin di daerah bosan ketemu, dalam artian kita cukup maksimal mengharapkan jaksa ini lebih baik ke depan," kata Yusni.




Sedangkan anggota Komjak Barita Simanjuntak menyebutkan kinerjanya sejauh ini disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. Dia berharap ke depan Ombudsman selalu menggandeng Komjak untuk segala urusan pengawasan kejaksaan.

"Jangan sampai kejaksaan yang kami jaga terpuruk tapi tidak dipercayai padahal banyak jaksa-jaksa yang berintegritas," kata Barita.

"Makanya waktu ada kasus Kejati DKI untuk memberikan kepercayaan pada publik, ada amputasi di atas dua level jabatan, supaya publik bisa menilai," imbuh Barita.



Simak Video "Hasil Sidak Ombudsman di Rutan Kejagung "
[Gambas:Video 20detik]

(yld/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com