detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 11:59 WIB

Wiranto: Peristiwa 411, 212, dan 22 Mei Bagian dari Ancaman Nasional

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Wiranto: Peristiwa 411, 212, dan 22 Mei Bagian dari Ancaman Nasional Menko Polhukam Wiranto (Adhi Indra Prasetya/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto bersyukur, di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pembangunan berjalan baik. Dia melihat indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia di saat banyak negara lain mengalami krisis.

"Kita bersyukur bahwa pembangunan berjalan baik, ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi masih stabil, di tengah kondisi dunia yang tidak bersahabat, tapi kita mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional dengan indeks 5 koma sekian. Ini sesuatu yang perlu kita syukuri," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

Dia mengatakan pembangunan nasional akan sulit tumbuh bila stabilitas nasional tidak baik. Stabilitas ini dipengaruhi keamanan, politik, dan kondisi hukum nasional.


Menurutnya, stabilitas nasional dapat dibuat karena koordinasi dan kerja keras dari semua kementerian/lembaga. Selain itu, Wiranto mengapresiasi intelijen atas informasi akurat sehingga pemerintah dapat mengambil langkah tepat untuk menghadapi ancaman dan gangguan stabilitas nasional.

"Paling tidak kita bisa sampaikan bahwa peristiwa yang dikenal 411, 212, atau terorisme, (sengketa) pilkada serentak, pemilu serentak terkait dengan kasus 21-22 Mei, ini sebenarnya suatu bagian dari ancaman, gangguan, hambatan dalam rangka pembangunan nasional yang telah dilakukan pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo. Dan kita syukur bahwa semua kondisi rawan itu dapat kita atasi dengan baik, dapat kita kendalikan sehingga stabilitas keamanan nasional masih dapat menunjang pembangunan nasional baik pembangunan ekonomi, maupun politik nasional," urainya.


Wiranto juga mengapresiasi personel TNI-Polri yang berperan menjaga stabilitas keamanan. Selain itu, dia mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang terus mengendalikan kerawanan terorisme. Stabilitas keamanan ini juga tak terlepas dari peran Kementerian Agama serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Hari ini, rapat koordinasi digelar di Kemenko Polhukam, yang dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menkominfo Rudiantara, Kepala BNPT Suhardi Alius, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Wiranto mengatakan rapat ini digelar untuk mengevaluasi kinerja di periode pertama.


Rapat ini juga digelar untuk mempersiapkan diri pada pemerintahan Jokowi periode kedua. Diharapkan demokrasi di Indonesia terus tumbuh berkembang dan terjaga dengan baik.

"Tentunya kalau kita bicara peningkatan SDM yang berkualitas, kita juga akan menyangkut kualitas manusia, kualitas masyarakat. Bicara kualitas akan menyangkut masalah perilaku manusia, bicara prilaku manusia tentu akan bicara dengan masalah ideologi, masalah politik, masalah kegiatan-kegiatan lain menyangkut masalah koordinasi ke masyarakat," tutur Wiranto.

Simak Video "Wiranto: Pemerintah yang Baik Dengar Suara Rakyat, Bukan Partai"
[Gambas:Video 20detik]

(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com