detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 10:30 WIB

Rizal Ramli Penuhi Panggilan KPK Jadi Saksi Kasus BLBI

Haris Fadhil - detikNews
Rizal Ramli Penuhi Panggilan KPK Jadi Saksi Kasus BLBI Rizal Ramli Penuhi Panggilan KPK (Haris/detikcom)
Jakarta - Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli memenuhi panggilan KPK. Dia bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim dalam kasus dugaan korupsi terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Rizal tiba di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (19/7/2019). Dia terlihat mengenakan kemeja biru lengan panjang.

"Saya dipanggil KPK untuk kasus SKL BLBI," kata Rizal.



Dia mengatakan, saat kasus ini terjadi, dirinya tidak lagi menjabat menteri. Namun, kata Rizal, KPK memanggil dirinya karena dianggap banyak mengetahui proses yang terjadi terkait penerbitan SKL BLBI.

"Saya sendiri pada saat kejadian kasus itu bukan pejabat lagi. Karena itu terjadi pada tahun 2004, pada saat pemerintahan Mbak Mega (Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri). Tapi saya dianggap banyak ngerti, tahu prosedur dari sejak awal BLBI. KPK minta saya memberi penjelasan," ucapnya.



Selain soal BLBI, Rizal meminta pimpinan KPK segera menuntaskan kasus-kasus korupsi besar. Dia mengaku khawatir, jika tidak dituntaskan, bisa saja kasus itu tak dilanjutkan oleh pimpinan KPK mendatang.

"Jangan istilahnya itu 'dieler-eler' sampai nggak jelas karena pimpinan KPK yang akan datang saya dengar banyak calonnya polisi. Itu bisa berubah sama sekali nanti. Bisa coup de grace. Dulu KPK dibikin karena polisi kurang mampu nanganin kasus-kasus korupsi besar. Tapi kalau nanti pimpinan yang baru banyak polisi itu namanya coup de grace, pelan-pelan KPK akan berubah peranan dan fungsinya," ucapnya.

Dia juga mempertanyakan kelanjutan laporannya beberapa waktu lalu. Rizal berharap laporannya soal potensi kerugian negara akibat impor sejumlah produk pertanian ditindaklanjuti.

Ini merupakan penjadwalan ulang terhadap Rizal. Dia sebelumnya pernah dipanggil sebagai saksi pada Kamis (11/7) pekan lalu tapi tidak hadir sehingga dilakukan penjadwalan ulang.

Dalam kasus ini, Sjamsul dan Itjih ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga terlibat secara bersama-sama eks Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung melakukan korupsi terkait SKL BLBI. KPK menduga Sjamsul sebagai pihak yang diperkaya Rp 4,58 triliun dalam kasus ini.

Syafruddin sendiri sebenarnya telah divonis bersalah karena melakukan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara Rp 4,58 triliun. Namun Syafruddin dilepas lewat putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang menilai perbuatannya tak masuk ranah pidana.

Terkait lepasnya Syafruddin ini, pihak Sjamsul lewat pengacaranya, Otto Hasibuan, meminta KPK membatalkan penyidikan terhadap Sjamsul dan Itjih. Namun KPK mengatakan tetap melanjutkan penyidikan.

Simak Video "Rizal Ramli Sebut Subsidi untuk Warga Papua Tak Sampai: Kasih ATM"
[Gambas:Video 20detik]

(haf/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com