detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 00:18 WIB

Ahok soal Pemindahan Ibu Kota: Mudah-mudahan Pak Jokowi Pilih Kaltim

Mochamad Zhacky - detikNews
Ahok soal Pemindahan Ibu Kota: Mudah-mudahan Pak Jokowi Pilih Kaltim Basuki Tjahaja Purnama (Ahok/BTP) (Foto: YouTube Panggil Saya BTP)
Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok/BTP) berbicara soal rencana pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke luar Jawa. Ahok, yang kini menyandang gelar Asang Lalung, berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai ibu kota Indonesia yang baru.

Hal itu disampaikan Ahok dalam video berjudul 'BTPVLOG #12 - MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA SUKU DAYAK' yang diunggah di akun Panggil Saya BTP. Dalam video tersebut, Ahok menjabarkan rencananya dalam menjaga kebudayaan suku Dayak.


Ahok sempat berterima kasih karena telah diangkat sebagai warga kehormatan masyarakat Dayak Kenyah. Selain itu, eks Gubernur DKI tersebut diberi gelar Asang Lalung, yang artinya tokoh muda, teguh, perkasa, dan pemberani.

"Saya mau tolak, nggak-nggak. Saya waktu disampaikan itu, saya sangat bersyukur. Tidak semua orang bisa dipercaya untuk tanggung jawab," kata Ahok.

"Dan hari ini bagi saya, saya merasa senang, suka cita, bangga dengan istri saya, kami diberikan tanggung jawab atas kehidupan lebih baik dari suku Dayak di Kalimantan Timur ini. Ini bagi saya suatu kehormatan bagi saya," imbuhnya.

Setelah itu, barulah Ahok berbicara soal rencana pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke luar Pulau Jawa. Dia berharap Kaltim bisa menjadi ibu kota Indonesia yang baru.


"Ya saya tidak tahu, mudah-mudahan saja (Jokowi pilih Kaltim jadi ibu kota). Saya kalau baca-baca berita, katanya Pak Jokowi pengin pindahin ibu kota. Saya nggak begitu ngikutin berita karena hampir 4 setengah bulan saya di luar negeri keliling. Ya siapa tahu beliau (Pak Jokowi) memilih Kaltim ya," ucap Ahok.

Ahok mengatakan, jika harapannya terkabul, suku Dayak harus memperjuangkan satu kawasan hutan yang nantinya bisa dijadikan lokasi pelestarian budaya Dayak. Selain menjadi tempat pelestarian budaya Dayak, hutan tersebut bisa menjadi tempat wisata.

"Nah, kalau di Kaltim, saya kira kita harus memperjuangkan ada satu hutan yang dilestarikan untuk kepentingan budaya dan kehidupan model kehidupan suku Dayak seperti apa," jelasnya.


"Saya kira itu yang penting karena, bagaimanapun juga, kalau kita memiliki satu tempat itu, berapa ribu tahun pun budaya itu tahu aslinya seperti apa. Nah, saya kira itu juga jadi tempat wisata," lanjutnya.

Menurut Ahok, tempat wisata di sebuah ibu kota baru merupakan satu hal yang penting. Sebab, sebut dia, hampir semua ibu kota baru itu sepi.

"Tidak mungkin sebuah ibu kota hanya ibu kota dan tidak ada wisata. Hampir semua ibu kota baru tuh sepi. Nah tapi coba kalau dibangun kembali seperti di pedalaman lagi, hutan kotanya banyak," terang Ahok.


Simak Video "Jika Ibu Kota RI Pindah, Bagaimana Nasib Jakarta?"

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Soal Reklamasi, Ahok: Nanti Dikira Anies Gue Kampanye"
[Gambas:Video 20detik]

(zak/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed