detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 19:40 WIB

Setelah 26 Tahun, Guatemala Kembali Buka Kedutaan Besar di Jakarta

Zakia Liland - detikNews
Setelah 26 Tahun, Guatemala Kembali Buka Kedutaan Besar di Jakarta Gedung Kementerian Luar Negeri (dok. detikcom)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) hari ini menerima kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Guatemala, Luis Fernando Carranza Cifuentes. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Cifuentes sedang mengurus untuk pembukaan kembali kedutaan besar Guatemala di Jakarta.

"Kedatangan Wamenlu Guatemala pada hari ini dan besok ditujukan untuk bagaimana membuka kembali kedutaan besarnya di Indonesia," kata Plt Juru Bicara Kemlu, Faizasyah, saat ditemui di kantornya, Jl Pejambon Raya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).


Sebelumnya, pada tahun 1992 Guatemala telah membuka kedutaan besar di Indonesia. Namun, setahun berselang terpaksa ditutup karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung.

Kembali dijalinnya hubungan diplomatik Indonesia-Guatemala, dinilai Faizasyah, sebagai perkembangan positif atas peran Indonesia di ranah global. Hal ini yang kemudian mendorong Guatemala untuk kembali membuka kedutaan di Indonesia sebab proyeksi pusat ekonomi dunia akan berpusat di Asia.

Plt Juru Bicara Kemlu, FaizasyahPlt Juru Bicara Kemlu, Faizasyah (Foto: Zakia Liland/detikcom)

"Guatemala adalah suatu negara yang berada di Amerika Tengah. Namun, dalam konteks dia melihat ke depannya, pembangunan ekonomi dunia akan berpusat di Asia, menyebabkan sangat penting bagi mereka untuk membuka perwakilan langsung di Jakarta," imbuhnya.


Faizasyah pun berharap pemerintah Guatemala dapat segera mengirimkan perwakilan diplomatiknya ke Jakarta. Paling tidak sebelum September, katanya.

"Dengan demikian, kita tentunya berharap segera bisa direalisasaikan sebelum September mereka sudah mulai mengirimkan perwakilan diplomatiknya untuk berkantor di Jakarta," papar Faizasyah.


Tidak hanya Guatemala, beberapa negara Pasifik juga berniat untuk membangun hubungan diplomatik dengan Indonesia. Perjanjian kerja sama diplomatik ini berhasil ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, saat kunjungannya ke Auckland, Selandia Baru pekan lalu.

"Saat Ibu Menlu mengadakan kunjungan ke Pasifik, Auckland. Di sana kita juga menandatangani beberapa perjanjian pembukaan hubungan diplomatik dengan beberapa negara kepulauan di Pasifik," sambungnya.

Simak Video "Imigrasi dan Kemlu Sosialisasikan Regulasi Baru Untuk WNA"
[Gambas:Video 20detik]

(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +