detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 19:33 WIB

Grace Natalie Kenalkan Kader PSI ke Jokowi, Minta Kursi Menteri?

Ray Jordan - detikNews
Grace Natalie Kenalkan Kader PSI ke Jokowi, Minta Kursi Menteri? Foto: Ketua Umum PSI Grace Natalie (Azizah-detikcom).
Jakarta - Pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta. Ketua Umum PSI Grace Natalie mengaku dalam pertemuan itu dia mengenalkan secara langsung tokoh-tokoh muda PSI kepada Jokowi. Minta kursi menteri sis?

"Memperkenalkan teman-teman (kader PSI-red) semua, dan ternyata beliau juga sudah sangat familiar dengan teman-teman yang banyak berperan kemarin jadi jubir TKN. Juga sebenarnya dari zaman Pilkada DKI Pak Jokowi juga sudah banyak yang familiar lah dengan orang-orang ini," kata Grace Natalie usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Grace mengatakan bahwa banyak anak muda di PSI yang terjun ke politik karena terinspirasi oleh Jokowi. Saat bertemu Jokowi tersebut, Grace menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi apakah kader PSI bisa membantu dirinya atau tidak.



"Spirit kami itu inspirasinya Pak Jokowi. Jadi, apakah kita akan bisa tetap membantu beliau atau tidak, kami serahkan kepada beliau. Tapi kami perkenalkan siapa saja kader-kader muda di PSI, kan ada 44 orang, beliau ngajak ngobrol tadi. Ada Giring, Guntur Romli, Tsamara," katanya.

Grace menambahkan, jika di antara kader muda PSI tersebutada yang dirasa sesuai, maka PSI mempersilakan sepenuhnya kepada Jokowi untuk 'menggunakan' jasa mereka. "Kalau nanti ada yang speknya dirasa cocok oleh kebutuhan Pak Jokowi, kan beliau sudah lihat langsung dan berbincang-bincang. Ya kami tunggu, Pak Jokowi yang paling mengerti apa yang menjadi kebutuhannya saat ini," katanya.

Grace sendiri tak membantah jika di dalam pertemuan tersebut ada pembahasan soal kabinet pemerintahan Jokowi'Ma'ruf Amin 2019-2024 mendatang. Namun dia mengatakan pembahasannya tidak terlalu detil.



"Nggak detil begitu. Tapi beliau kurang lebih menyampaikan uneg-uneg, PR yang belum selesai di periode sekarang. Bagaimana di periode kedua butuh lebih banyak boldness, keberanian, atau mengeksekusi hal-hal yang sebenarnya sudah diperintahkan, tapi nggak dieksekusi-eksekusi," katanya.

Namun dia tak membenarkan jika obrolan tersebut dinilai sebagai bentuk tawar-menawar posisi. "Jadi, tadi ya kita lihat butuh keberanian untuk mengeksekusi, butuh berani untuk menjelaskan ke publik meskipun nanti ada resistensi. Karena satu hal yang baru kan belum tentu semua orang bisa mengerti apa manfaatnya. Jadi, tadi kalau dibilang tawar-menawar posisi, nggak kayak gitu," katanya.

"Jadi kan silaturahmi. Kalau beliau berkenan ya alhamdulillah, kalau nggak ya juga nggak apa-apa. Kami tetap support beliau," imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan posisi menteri dari kalangan milenial, Grace bersyukur jika Jokowi memberikan kepercayaan kepada PSI. Jika tidak, Grace menegaskan komitmennya bahwa PSI akan terus mendukung Jokowi meski lewat DPRD ataupun media sosial.

"Kita bilang, kalau beliau percaya kami alhamdulillah, syukur kita bisa mendampingi beliau terus di garis terdepan. Tapi, kalau tidak, kita akan tetap berjuang lewat DPRD, media sosial. Keberadaan PSI di seluruh Indonesia, kita akan tetap support Pak Jokowi sampai titik darah penghabisan di periode kedua," kata Grace.



Simak Video "Kabinet Jokowi, Pengamat: Partai 50, Non-partai 50"
[Gambas:Video 20detik]

(rjo/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed