detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 18:06 WIB

Ikatan Sarjana NU Sowan Ma'ruf Amin: Kami Tak Bahas Menteri

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Ikatan Sarjana NU Sowan Maruf Amin: Kami Tak Bahas Menteri Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) mengunjungi kediaman wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin. (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) mengunjungi kediaman wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin. Pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam itu membahas soal membangun Indonesia ke depan.

"Tadi kita dari ISNU silaturahmi dengan beliau. Selain wapres, beliau juga Ketua Dewan Penasehat Pimpinan Pusat ISNU. Jadi hanya itu bicara sebagai anak dan bapak," kata Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa setelah mengunjungi Ma'ruf di kediamannya, di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

"Lebih banyak bicara tentang membangun Indonesia ke depan yang lebih adil bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mohon bagaimana ISNU memberikan masukan-masukan," kata Ali.


Ali mengatakan tidak ada pembicaraan terkait nama menteri yang diajukan oleh ISNU. Menurutnya, penyusunan kabinet adalah hak prerogatif presiden.

"Kalau menteri itu kan hak prerogatif presiden. Tentu akan dibantu oleh Pak Wapres terpilih, jadi kita nggak bicara itu. Kita menyerahkan itu sesuai dengan sistem mekanisme ketatanegaraan bahwa presiden mempunyai hak prerogatif menentukan calon pembantunya dalam hal ini menteri," kata dia.

Namun, Ali menambahkan, ISNU adalah salah satu organisasi NU yang memiliki kadar intelektual. Namun Ali menampik kabar bahwa ISNU menyodorkan tokoh profesional itu sebagai calon menteri Jokowi.

"ISNU itu, menurut NU, adalah organisasi yang profesional yang intelektual dan memiliki skill keahlian tingkat tinggi. Jadi, dengan demikian, kita tidak bicara tentang 'kita punya ahli ini, ahli itu', ndak. Jadi kita murni berbicara bangsa dan negara ke depan," kata dia.


Sementara itu, Ali mengatakan NU adalah salah satu organisasi yang memiliki pengaruh suara pada Pilpres 2019. Namun dia menyerahkan kepada Jokowi-Ma'ruf siapa yang akan menjadi pembantunya di kabinet nanti.

"Kita kan tau NU adalah the strong voters, jadi maaf saya katakan ini adalah bukan nuntut ini, tidak dalam kerangka itu. NU adalah strong voters kemenangan dari pilpres yang lalu dan karena itu kita menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Presiden dan Pak Wapres terpilih untuk menentukan siapa yang akan ditetapkan menjadi pembantu dalam hal ini menteri dan lembaga-lembaga negara setingkat menteri," lanjutnya.

Beberapa kader ISNU ikut dalam pertemuan tersebut. Salah satunya Sekretaris Umum ISNU, M Kholid Syeirazi.

Simak Video "Ma'ruf Amin Sebut Banyak Ormas Islam Dukung RUU Pesantren"
[Gambas:Video 20detik]

(lir/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com