detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 17:59 WIB

Hikmahanto: RI Tak Perlu Hiraukan Penghargaan Oxford ke Benny Wenda

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Hikmahanto: RI Tak Perlu Hiraukan Penghargaan Oxford ke Benny Wenda Hikmahanto Juwana (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pemerintah Indonesia diminta tidak usah terlalu menghiraukan pemberian penghargaan yang diberikan Dewan Kota Oxford kepada tokoh separatis Papua, Benny Wenda. Perhatian dari pemerintah dinilai akan lebih memberi ruang kepada Benny untuk bermanuver.

"Kalau menurut saya baiknya pemerintah nggak usah pikirkan itu. Kenapa? Karena pertama, pemerintah Inggris sudah buat pernyataan bahwa mereka mengakui integritas dari NKRI," kata Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).



"Kedua, jangan juga sampai kalau misalnya pemerintah kita memberikan perhatian, justru kita memberikan ruang untuk Benny Wenda bermanuver. Karena Benny Wenda sekarang bermain bukan di penggunaan kekerasan, tetapi bermain di diplomasi," imbuhnya.

Hikmahanto meminta pemerintah berhati-hati terhadap 'permainan' diplomasi yang dilakukan Benny. Menurutnya, Benny paham dirinya tidak akan berhasil dengan cara kekerasan, dan karenanya bermanuver dengan diplomasi.

"Nah diplomasi ini itu tadi yang saya katakan, menggunakan negara-negara Pasifik, lalu kemudian juga mendapatkan penghargaan seperti ini. Ya saya nggak tahu bagaimana dia bisa menyampaikan kepada Dewan Kota itu sampai kemudian Dewan Kota memberikan penghargaan itu. Tapi sekali lagi, perjuangan dari Benny Wenda ini adalah perjuangan yang non-kekerasan dan memanfaatkan negara yang Pasifik atau hal-hal yang kira-kira mendapat sorotan publik," jelasnya.



Meski Benny mulai bermanuver dengan diplomasi, Hikmahanto yakin negara-negara lain tidak akan ada yang mendukungnya. Ia juga menyatakan Pemerintah Indonesia akan sulit merangkul Benny karena keinginannya sudah bulat agar Papua merdeka.

"Nggak, kalau merangkul itu susah. Karena Benny Wenda itu dalam posisi dia inginnya bahwa Papua harus merdeka, dan tentu itu tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Karena kekeuhnya itu, dan dia bermain luar negeri, dan dia menggunakan tangan dari negara-negara Pasifik yang merasa ada solidiaritas dengan Benny," ungkap Hikmahanto.


Sebelumnya, Dewan Kota Oxford memberi penghargaan Kehormatan Kebebasan Kota (The Honorary Freedom of The City) kepada tokoh separatis Papua, Benny Wenda.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI London mengecam keras keputusan Dewan Kota Oxford tersebut. KBRI London menilai para anggota dewan tidak mengerti siapa Benny sebenarnya.

"Pemberian penghargaan kepada orang yang memiliki catatan kriminal tersebut melalui gerakan separatis bersenjata menunjukkan ketidakpahaman Dewan Kota Oxford terhadap sepak terjang yang bersangkutan selama ini dan kemajuan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat yang sebenarnya," demikian keterangan pers dari KBRI London, dirilis 17 Juni waktu setempat, dilansir detikcom, Kamis (18/7).

Di sisi lain, sikap Pemerintah Inggris berbeda dengan Dewan Kota Oxford. Meski Dewan Kota Oxford memberi penghargaan kepada Benny Wenda, namun Pemerintah Inggris menyatakan tetap mendukung NKRI.

"Keberadaan Benny Wenda di Inggris bukan berarti bahwa Pemerintah Inggris mendukung posisinya mengenai kedaulatan Papua," demikian keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Inggris, dilansir detikcom dari situs resmi Pemerintah Inggris, Kamis (18/7).


Dilansir BBC, Benny adalah pemimpin Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP). Dia mendapat suaka politik di Inggris pada 2002 dan membuka kantor gerakan Papua merdeka di Oxford pada 2013.

ULMWP di bawah Benny Wenda mengklaim telah menyatukan tiga kelompok bersenjata di Papua. Namun, awal Juli lalu, Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membantah klaim Benny Wenda bahwa dia telah menyatukan tiga kelompok bersenjata, termasuk TPNBP/OPM.



Simak Video "Wiranto Beberkan Konspirasi Benny Wenda dengan Aktor Lokal Papua"
[Gambas:Video 20detik]

(azr/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com