detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 17:38 WIB

Ini Daftar Agenda Penting Jelang Akhir Jabatan MPR Periode 2014-2019

Akfa Nasrulhak - detikNews
Ini Daftar Agenda Penting Jelang Akhir Jabatan MPR Periode 2014-2019 Foto: Dok MPR
Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan bersama para Wakil Ketua MPR duduk bersama membahas beberapa agenda penting menjelang sidang akhir masa jabatan MPR pada 27 September mendatang. Sebelum itu, pada Agustus dan September 2019, MPR juga punya banyak agenda penting yang hendak dilaksanakan.

Agenda penting yang hendak digelar pada Agustus dan September 2019 adalah, Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus, Peringatan Hari Konstitusi pada 18 Agustus, Peringatan HUT Ke-74 MPR pada 29 Agustus.


Saat sidang Akhir Masa Jabatan MPR Periode 2014-2019, Zulkifli mengatakan dalam kesempatan itu akan dibacakan Rekomendasi Pentingnya Amandemen Terbatas UUD NRI Tahun 1945 dan Perubahan Tata Tertib MPR. Menurutnya, MPR berhasil menyepakati perlunya haluan negara semacam GBHN yang dimasukan dalam konstitusi lewat amandemen terbatas UUD.

Dalam melaksanakan amandemen, MPR sudah membentuk Panitia Ad Hoc namun sebagaian besar anggota berpendapat amandemen dilakukan setelah Pemilu Presiden.

"Sebab Pemilu Presiden menyita banyak waktu semua orang," ujar Zulkifli, dalam keterangan tertulis, Kamis (18/7/2019).

Menurut Zulkifli, amandemen UUD dilakukan maksimal 6 bulan sebelum masa periode MPR berakhir. Namun hingga saat ini, masa periode MPR yang berada di bawah pimpinannya hanya memiliki waktu selama dua bulan. Untuk itu bahan-bahan yang sudah ada yang disusun oleh Panitia Ad Hoc, akan direkomendasikan ke MPR Periode 2019-2024 untuk menjadi bahan-bahan melakukan amandemen.

"Mudah-mudahan bermanfaat bagi MPR periode mendatang," ujarnya.

Untuk menyinkronkan semua dari keputusan Rapat Pimpinan MPR khususnya masalah Sidang Tahunan dan Sidang Akhir Masa Jabatan, lanjut Zulkifli, MPR akan menggelar Rapat Gabungan Fraksi dan Kelompok DPD di MPR pada akhir Juli 2019.

Dalam acara Peringatan Hari Konstitusi yang akan digelar di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, mantan Menteri Kehutanan itu menyebut Wakil Presiden Jusuf Kalla akan hadir dalam acara yang rutin digelar oleh MPR. Sedangkan dalam acara Peringatan HUT MPR, Setjen MPR juga akan menggelar jalan sehat dan tasyakuran.

Menyinggung pimpinan MPR periode mendatang, Zulkifli menuturkan MPR sebagai majelis permusyawaratan rakyat diharapkan seperti periode sebelumnya yang bisa membawa kesejukan. Setiap masalah yang ada di MPR diselesaikan lewat musyawarah mufakat.

"Termasuk dalam pemilihan pimpinan baru MPR," ujarnya. "Siapapun yang akan terpilih akan didukung oleh semua," tambahnya.

Zulkifli menambahkan, musyawarah mufakat untuk menentukan pimpinan di MPR perlu dilakukan, sebab belum ada undang-undang atau aturan yang mengatur mekanisme pemilihan pimpinan. Beda dengan pemilihan pimpinan DPR yang sudah diatur dalam UU MD3.

"Musyawarah mufakat adalah ciri MPR," paparnya.


Lebih lanjut, Zulkifli mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan setelah Pemilu Presiden.

"Delapan bulan lebih bangsa ini berada dalam dinamika perbedaan pendapat, untuk itu saatnya kita kembali menjahit merah putih. Mari kita obati luka-luka yang ada. Ayo media juga ikut memperkuat persatuan bangsa," ujarnya.

Zulkifli juga mengajak kepada semua untuk mendukung kepemimpinan Joko Widodo-Ma'ruf Amien.

"Kita dukung dan doakan agar sukses dalam memimpin Indonesia," ujarnya. "Itu tujuan kita semua," imbuhnya.

Menjelang 2024, lanjut Zukkifli, dipersilakan kembali bangsa ini berkompetisi dalam Pemilu. Karena kita sepakat dengan sistem demokrasi yang rutin menggelar Pemilu setiap 5 tahun sekali.

Simak Video "Rapat Perdana, MPR Bahas Tugas Hingga Pelantikan Presiden"
[Gambas:Video 20detik]

(ega/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com