detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 13:08 WIB

Harimau yang Ditangkap di Padang Lawas akan Dioperasi

Khairul Ikhwan - detikNews
Harimau yang Ditangkap di Padang Lawas akan Dioperasi Seekor harimau yang kerap berkeliaran di permukiman warga Padang Lawas, berhasil ditangkap/ (Foto: Dok. Istimewa)
Medan - Harimau yang ditangkap di Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara (Sumut), menderita luka di kaki kanan depan. Rencananya operasi akan dilakukan terhadap harimau tersebut di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) di Sumatera Barat.

Kepala Bidang Teknis, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Irzal Azhar menyatakan, harimau yang ditangkap itu merupakan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Jantan dewasa yang diperkirakan berusia sekitar lima tahun ini kemudian dinamakan Palas, merujuk tempat awal penangkapannya.

Pada Kamis (18/7/2019), Palas sudah tiba di PRHSD di Dharmasraya. Saat ini sedang dilakukan penanganan terhadap kakinya yang terluka.



"Kaki kanan depan Palas terluka, kemungkinan terkena perangkap yang dipasang warga. Seling dari jebakan itu masih ada di kakinya. Rencananya akan dioperasi di pusat rehabilitasi," kata Irzal kepada wartawan di Medan, Kamis (18/7/2019).

Kondisi luka itu diduga membuat Palas tidak bisa berburu makanan di hutan, dan mencari mangsa di perkampungan. Begitu tertangkap pada Selasa (16/7) petugas langsung melakukan pengobatan awal pada kaki Palas yang terluka itu.

Seterusnya Palas terpaksa dievakuasi Palas ke PRHSD, karena Barumun Nagari Wildlife Sanctuary di Barumun, sudah tidak memungkinkan untuk menerima tambahan individu harimau. Sampai saat ini masih dihuni "Monang", harimau jantan dewasa, dan "Gadis" harimau betina indukan beserta dua anaknya yang berumur sekitar 10 bulan.



Disebutkan Irzal, berdasarkan data survei terakhir di kawasan Barumun dan sekitarnya ada sekitar enam individu harimau. Pihaknya masih akan melakukan survei lagi pada Agustus mendatang untuk mengetahui berapa jumlah terkini.

Berdasarkan data BBKSDA, kurun 2017 - 2019 mencatat ada 17 kasus konflik manusia dan harimau di Sumut. Saat ini masih dipantau pergerakan harimau yang kerap muncul di wilayah perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Utara. Dalam perkembangan terakhir harimau memangsa empat ekor kambing di Desa Batang Parsuluman, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan.

Mengantisipasi kemungkinan terjadinya lagi konflik manusia dan harimau, maka masyarakat diminta tidak melakukan perburuan di hutan, tidak memasang perangkap. Selain itu, juga tidak melakukan perbuatan yang merusak kawasan hutan, seperti penebangan kayu ilegal, yang berdampak terhadap rusaknya habitat harimau.



Simak Video "Warga Inhil Riau Tewas Diserang Harimau"
[Gambas:Video 20detik]

(rul/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com