detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 12:38 WIB

Mbak Tutut Serahkan Arsip Statis Presiden Soeharto ke ANRI

Farih Maulana Sidik - detikNews
Mbak Tutut Serahkan Arsip Statis Presiden Soeharto ke ANRI Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom
Jakarta -
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menerima tambahan khazanah arsip statis tentang Presiden ke-2 RI Soeharto. Arsip tersebut diserahkan oleh putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, yang akrab disapa Mbak Tutut.

Khazanah arsip yang diserahkan terdiri dari 19 roll microfilm yang berisi pidato Presiden Soeharto berikut dengan daftarnya, 10 roll microfilm pidato Ibu Tien Soeharto beserta daftar dan naskah pidatonya, 10 roll microfilm kumpulan risalah sidang kabinet periode tahun 1967-1998 dan proklamasi integrasi Balibo (yang mendeskripsikan tekad rakyat Timor Timur untuk bersatu dengan Indonesia) tahun 1976 beserta daftarnya, satu album foto yang terdiri dari 91 lembar foto yang merekam kegiatan Presiden Soeharto berikut compact disc-nya.

Selain menyerahkan arsip, pihak keluarga meminjamkan satu unit alat baca microfilm yaitu microreader kepada ANRI.


Pelaksana tugas Kepala ANRI, Sumrahyadi, mengatakan khazanah arsip yang diserahkan pihak keluarga Presiden Soeharto dapat menjadi bagian dari arsip kepresidenan. Menurutnya, ANRI dalam beberapa tahun terakhir sedang gencar melaksanakan program penyelamatan arsip kepresidenan.

"ANRI mengucapkan terima kasih atas penyerahan arsip ini. Semoga arsip tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Sumrahyadi di Ruang Serbaguna Nocrhadi Magetsari, ANRI, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019). Turut hadir dalam acara itu putra ketiga Soeharto, Bambang Trihatmodjo.

Sumrahyadi menyebut arsip kepresidenan nantinya dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal dan mengetahui sosok dan kebijakan para Presiden Indonesia dari masa ke mesa.

Selain itu, Sumrahyadi menyebut penyerahan arsip statis oleh pihak keluarga Presiden Soeharto juga merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Pasal 88 ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 untang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Arsip tersebut diselamatkan dan dilestarikan oleh ANRI dan nantinya menjadi identitas dan jati diri, serta memori molektif bangsa.



"Arsip ini pun menjadi aset nasional yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemerintahan, pembangunan, penelitian, pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Sumrahyadi.

Mbak Tutut  mengajak masyarakat, khususnya generasi muda agar dapat mengambil unsur positif dari sejarah masa lalu. Mbak Tutut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda agar dapat mengambil unsur positif dari sejarah masa lalu. Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom

Sementara itu, Tutut Soeharto menyampaikan bahwa bangsa yang mengelola jejak langkah peninggalan peradabannya cenderung menjadi bangsa besar, serta unggul dibandingkan bangsa lain. Sejumlah dokumen Presiden Soeharto, yang telah diserahkan ke negara setidaknya dapat menjadi bagian penting dari sejarah.

"Mudah-mudahan dokumen itu bisa menjadi salah satu acuan masyarakat dalam menghadapi realitas sosial budaya yang kompleks seperti saat ini," kata Tutut.

Tutut Soeharto juga turut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda agar dapat mengambil unsur positif dari sejarah masa lalu. Menurutnya, hal itu untuk merajut kembali identitas kebangsaan yang luhur dengan basis kebangsaan multikultur.

Sebagai informasi, sampai saat ini telah banyak arsip yang berkaitan dengan peristiwa penting masa pemerintahan Presiden Soeharto yang sudah bisa diakses oleh masyarakat di Ruang Baca ANRI yang berasal dari berbagai pencipta arsip (provenance). Terdapat beberapa jenis arsip yang sudah bisa diakses yang memiliki infomasi tentang Presiden Soeharto, yaitu arsip tekstual, arsip foto, arsip film dan aesip video. Arsip tekstual yang terkait Presiden Soeharto berjumlah 383 nomor, arsip foto berjumlah 633 nomor serta aesip film dan video berjumlah 225 nomor. Adapun untuk mengakses arsip tersebut, masyarakat dapat menggunakan sarana temu balik arsip berupa Guide Arsip Presiden ke-2 RI: Soeharto yang tersedia di Ruang Baca ANRI.


Simak Video "Kisah Cinta Cicit Soeharto Bersama Della Sejak Umur 13 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]

(aan/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com